{"id":35364,"date":"2016-10-27T22:34:16","date_gmt":"2016-10-27T15:34:16","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=35364"},"modified":"2017-10-04T17:19:18","modified_gmt":"2017-10-04T10:19:18","slug":"warga-ciamis-diserang-dbd-aparat-diterjunkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/10\/27\/warga-ciamis-diserang-dbd-aparat-diterjunkan\/","title":{"rendered":"Warga Ciamis Diserang DBD, Aparat Diterjunkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Untuk mencegah mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya, Puskesmas Handapherang Kecamatan Cijeungjing \u00a0Kabupaten Ciamis\u00a0 Rabu (27\/10) melakukan pengasapan atau fogging di Dusun Bojongsari, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing. Beberapa petugas diturunkan ke daerah yang diduga endemis DBD tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Puskesmas Handapherang,\u00a0Susi Wartini S.KM., M Kes. di lokasi pemogingan menjelaskan, pengasapan atau fogging adalah langkah awal pihak Puskesmas untuk mencegah berkembangbiaknya induk nyamuk aedes aegypty di tempat-tempat yang dianggap sarang nyamuk, apalagi di sekitar itu ada enam warga yang terjangkit DBD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dirinya menghimbau kepada masyarakat yang lebih penting untuk mencegah DBD adalah dengan cara melakukan\u00a0 hidup bersih dan sehat. Fogging hanya bisa membunuh induk nyamuk saja,\u00a0 sedang jentik tidak bisa mati.<\/p>\n<figure id=\"attachment_35365\" aria-describedby=\"caption-attachment-35365\" style=\"width: 472px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-35365\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/fogging-di-ciamis-2-300x169.jpg\" alt=\"foto: dena a. kurnia\/wp\" width=\"472\" height=\"266\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35365\" class=\"wp-caption-text\">foto: dena a. kurnia\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk mencegahnya masyarakat dihimbau menaburkan abate sejenis obat yang ditaburkan di tempat penampungan air, selain itu pola PHBS harus dilaksanakan,\u201d terang Susi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dBiasakan dengan melakukan 3M (Menguras, Membersihkan dam Mengubur) barang-barang bekas yang biasa di jadikan sarang nyamuk,\u201d lanjut Susi Wartini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih menurut Susi di Cijeungjing ada dua tempat endemis wabah \u00a0DBD yaitu di daerah Bojongsari dan Perum Surung Dayung, Handapherang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Susi, warga Bojongsari mengeluhkan di daerahnya setiap pergantian musim selalu ada warga yang terjangkit DBD. Kemudian pemerintahan desa berkoordinasi dengan kecamatan tentang hal itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKepada masyarakat manakala menemukan keluarganya yang sakit demam dengan disertai suhu panas badan yang tinggi cepat-cepat dibawa ke Puskesmas atau pusat pelayanan kesehatan lainnya,\u201d imbau Susi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMudah-mudahan kejadian ini tidak terulang,\u201d harapnya. <strong>(Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Untuk mencegah mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya, Puskesmas Handapherang Kecamatan Cijeungjing \u00a0Kabupaten Ciamis\u00a0 Rabu (27\/10) melakukan pengasapan atau fogging di Dusun Bojongsari, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing. Beberapa petugas diturunkan ke daerah yang diduga endemis DBD tersebut. Kepala Puskesmas Handapherang,\u00a0Susi Wartini S.KM., M Kes. di lokasi pemogingan menjelaskan, pengasapan atau fogging [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":35366,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[25],"class_list":["post-35364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35364"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35364\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}