{"id":36323,"date":"2016-11-14T11:23:38","date_gmt":"2016-11-14T04:23:38","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=36323"},"modified":"2017-10-04T16:42:07","modified_gmt":"2017-10-04T09:42:07","slug":"innalillahi-balita-hilang-misterius-tasik-diduga-terbawa-arus-sungai-citanduy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/11\/14\/innalillahi-balita-hilang-misterius-tasik-diduga-terbawa-arus-sungai-citanduy\/","title":{"rendered":"Innalillahi&#8230; Balita yang Hilang Misterius di Tasik Diduga Terbawa Arus Sungai Citanduy"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a>.<\/strong>\u00a0Balita malang yang dikabarkan hilang Jumat sore (11\/11) ternyata diduga hanyut terbawa arus sungai Citanduy. Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Priangan dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya korban diduga jatuh ke aliran anak sungai Citanduy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diberitakan sebelumnya, Muhammad Raka (4), hilang saat bermain sendirian di depen rumahnya di RT 03 RW 08 Kampung Manggungsari, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Saat itu hujan deras tengah mengguyur wilayah tersebut yang mengakibatkan anak sungai Citanduy yang mengalir di dekat rumah korban meluap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban yang tengah main sendirian diduga terjatuh ke sungai itu dan terbawa hanyut hingga ke sungai Citanduy. Pasalnya saat itu aliran sungai tersebut sangat deras.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>GABUNGAN TIM SAR DITERJUNKAN MENCARI KORBAN&#8211;&gt;&gt; (Selanjutnya)<br \/>\n<!--nextpage--><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya kemudian berkoordinasi dengan BPBD Ciamis untuk melakukan pencarian Raka di sepanjang aliran sungai Citanduy. Tim SAR Gabungan Ciamis pun langsung bergerak melakukan pencarian korban.<\/p>\n<figure id=\"attachment_36324\" aria-describedby=\"caption-attachment-36324\" style=\"width: 428px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-36324\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/pencarian-anak-hilang-di-tasik-300x200.jpg\" alt=\"Tim SAR gabungan tengah menelusuri sungai Citanduy. (foto: pujitio\/wp)\" width=\"428\" height=\"285\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-36324\" class=\"wp-caption-text\">Tim SAR gabungan tengah menelusuri sungai Citanduy. (foto: pujitio\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">TIM SAR gabungan berasal dari SAR Jeraam Seribu, PMI Ciamis dan GAMAPALA,\u00a0 bergerak sasar sungai Citanduy dari TPA Handap Herang sampai Karang Kamulyan. Relawan dari Ciamis ini melakukan pencarian Minggu (13\/11) dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pencarian pada hari ini belum ada tanda-tanda adanya korban di sungai Citanduy dari mulai TPA Handap Herang sampai Karang Kamulyan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika memang anak tersebut terbawa hanyut, mudah-mudahan cepat ditemukan dikarenakan sekarang sudah hari ketiga anak itu menghilang. Dan hari ini\u00a0\u00a0hari pertama pencarian di wilayah aliran sungai Citanduy dari mulai TPA Handap Herang sampai Karang Kamulyan,\u201d papar Erik salah satu pengurus SAR Jeram Seribu Kabupaten Ciamis.\u00a0<strong>(Pujitio\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Balita malang yang dikabarkan hilang Jumat sore (11\/11) ternyata diduga hanyut terbawa arus sungai Citanduy. Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Priangan dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya korban diduga jatuh ke aliran anak sungai Citanduy. Diberitakan sebelumnya, Muhammad Raka (4), hilang saat bermain sendirian di depen rumahnya di RT 03 RW 08 Kampung Manggungsari, Desa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":36324,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-36323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36323"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36323\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}