{"id":37067,"date":"2016-11-25T20:52:16","date_gmt":"2016-11-25T13:52:16","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=37067"},"modified":"2017-10-04T16:28:14","modified_gmt":"2017-10-04T09:28:14","slug":"warga-di-ciamis-keluhkan-penyumbatan-drainase-akibat-gorong-gorong-terlalu-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/11\/25\/warga-di-ciamis-keluhkan-penyumbatan-drainase-akibat-gorong-gorong-terlalu-kecil\/","title":{"rendered":"Warga di Ciamis Mengeluh, Kondisi Gorong-Gorong Kerap Picu Banjir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a>.\u00a0<\/strong>Jangan heran jika berada di wilayah Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akan menemukan kondisi drainase tersumbat oleh tumpukan sampah, akar dan batang kayu. Di daerah itu kerap terjadi\u00a0banjir walaupun volume hujan dengan skala kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pantauan Warta Priangan<em>\u00a0<\/em>di lapangan, Jum\u2019at (25\/11) sore, salah satu saluran drainase di Sungai Cigaleuh tersumbat. Penyumbatan tersebut terjadi akibat saluran gorong-gorong yang dibangun tidak sesuai volume alias kecil sehingga menyebabkan penyempitan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak pelak, saat intensitas hujan meningkat dapat memicu terjadinya banjir akibat genangan air meluap bahkan menutupi badan jalan dan rumah-rumah disekitar bantaran Sungai Cigaleuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini juga dikeluhkan beberapa warga yang rumahnya tepat berada di dekat drainase yang tersumbat. Salah seorang warga yang tinggal di Dusun Ciparakan, RT 04 RW 02, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Usman (65), mengatakan, jika hujan deras mengguyur, drainase yang berada di samping rumahnya\u00a0 ini selalu tersebut. Akibanya didaerah sini sering terjadi banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, penyumbatan yang sering terjadi saat hujan turun, hingga kini belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Sehingga disaat hujan turun mengguyur, air yang mengalir di sungai, ditambah membawa tumpukan sampah ini selalu terhambat dan mengakibatkan banjir diwilayah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLubang saluran airnya ini juga terlalu kecil, apalagi di bawah jembatan aspal tepat di tengahnya ada kayu penyanggah, jadi sampah bertumpukan di dalam sana,\u201d ujarnya seraya menunjukan lokasi drainase yang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal serupa juga dikeluhkan Egi (30), menurutnya, penyumbatan drainase akan terjadi pasca hujan dan menyebabkan badan jalan yang berada di depan rumahnya terendam banjir akibat luapan air dari drainase yang tersumbat karena tumpukan sampah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjutnya, tak jarang air dari sungai naik, sehingga mengakibatkan jalanan didaerah ini selalu licin disaat hujan, kondisi ini dapat membahayakan para pengendara yang melintas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelain sampah, paritnya juga terlalu rendah dan sudah mulai mengalami pendangkalan,\u201d tuturnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga masyarakat diwilayah ini berharap, adanya perhatian serius dari pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis, untuk menangani masalah pendangkalan Sungai Cigaleuh ini, sehingga bila musim hujan tiba, warga masyarakat disini tidak dihantui rasa takut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWarga disini minta adanya pengerukan aliran di sepanjang Sungai Cigaleuh, sehingga arus aliran air disaat hujan tiba menjadi normal kembali\u201d pungkasnya <strong>(Baehaki Efendi\/WP).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Jangan heran jika berada di wilayah Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akan menemukan kondisi drainase tersumbat oleh tumpukan sampah, akar dan batang kayu. Di daerah itu kerap terjadi\u00a0banjir walaupun volume hujan dengan skala kecil. Berdasarkan pantauan Warta Priangan\u00a0di lapangan, Jum\u2019at (25\/11) sore, salah satu saluran drainase di Sungai Cigaleuh tersumbat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":37068,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-37067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}