{"id":38563,"date":"2016-12-21T20:33:50","date_gmt":"2016-12-21T13:33:50","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=38563"},"modified":"2017-10-04T15:45:35","modified_gmt":"2017-10-04T08:45:35","slug":"setan-valak-hantui-daerah-perbatasan-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/12\/21\/setan-valak-hantui-daerah-perbatasan-ciamis\/","title":{"rendered":"Setan Valak Berkeliaran di Daerah Perbatasan Ciamis"},"content":{"rendered":"<div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>,<a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> BERITA CIAMIS.<\/a><\/strong>\u00a0 Enam hantu valak datangi indonesia, hingga membuat masyarakat ketakutan. Setan Valak (atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac) tidak lain adalah Presiden Agung dari Neraka. Secara umum, Valak adalah tokoh yang berpangkat tinggi di dunia iblis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38567\" aria-describedby=\"caption-attachment-38567\" style=\"width: 404px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-38567\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/unnamed-7-6-300x220.jpg\" alt=\"Foto : Pujitio\/WP\" width=\"404\" height=\"296\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-38567\" class=\"wp-caption-text\">Foto : Pujitio\/WP<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sering digambarkan mengendarai naga berkepala dua dan memerintah 30 legiun setan. Valak memiliki wujud seorang anak kecil dengan sayap, meskipun dalam The Conjuring 2 ia digambarkan sebagai seorang setan dengan wajah pucat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam film The Conjuring 2, Ed Warren dan Lorraine Warren tidak hanya harus berhadapan dengan hantu biasa. Film yang dibuat berdasarkan investigasi rumah berhantu di Enfield, Inggris ini juga punya &#8216;tamu&#8217; tak diundang yang istimewa, yaitu sosok Valak. Setan dalam wujud suster ini sengaja dimasukkan dalam film The Conjuring 2 sekaligus untuk menyambung kisah rumah berhantu di Amityville dari The Conjuring yang pertama.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38566\" aria-describedby=\"caption-attachment-38566\" style=\"width: 402px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-38566\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/unnamed-8-3-300x200.jpg\" alt=\"Foto : Pujitio\/WP\" width=\"402\" height=\"268\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-38566\" class=\"wp-caption-text\">Foto : Pujitio\/WP<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi valak satu ini berbeda dengan yang nyata dan yang diceritakan dalam film. Gerombolan valak itu datang ke Ciamis menghantui SMAN 1 Panawangan yang beralamat di Desa Cinyasag Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Valak yang ini merupakan enam siswi MTS Cinyasag, Desa Cinyasag Kec Panawangan Kab.Ciamis . Ya, \u00a0mereka berdandan layaknya hantu valak yang ada di \u00a0film The Counjuring 2.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38565\" aria-describedby=\"caption-attachment-38565\" style=\"width: 414px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-38565\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/unnamed-7-5-300x200.jpg\" alt=\"Foto : Pujitio\/WP\" width=\"414\" height=\"276\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-38565\" class=\"wp-caption-text\">Foto : Pujitio\/WP<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka berdandan layaknya setan valak tersebut untuk mengikuti Lomba Lintas Medan (L2M) yang digelar di SMAN 1 Panawangan dalam rangka Gebyar Milad SMAN 1 Panawangan yang ke 24. Dalam lomba tersebut memang salah satu penilaian dari tim penilai L2M adalah pakaian seragam yang unik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rute L2M sendiri melintasi beberapa jenis medan, diantaranya perumahan masyarakat, sungai, bukit dan gunung hutan. Penampilan Valak dari MTS Cinyasag tersebut membuat kaget masyarakat dan anak-anak\u00a0di daerah yang mereka lewati karena penampilanya yang menyeramkan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_38564\" aria-describedby=\"caption-attachment-38564\" style=\"width: 414px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-38564\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/unnamed-6-4-300x200.jpg\" alt=\"Foto : Pujitio\/WP\" width=\"414\" height=\"276\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-38564\" class=\"wp-caption-text\">Foto : Pujitio\/WP<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, regu tersebut kemudian menjadi objek berfoto dari masyarakat, siswa SMA, para guru juga panitia L2M sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya tidak tahu ada peserta sekreatif itu, karena saya dari pagi langsung bertugas jaga di pos. Kaget saya saat jaga ada gerombolan hantu valak datang ke pos saya,&#8221; ujarAndi Suhandi, salah satu panitia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu hantu valak tersebu usai mengikuti kegiatan L2M langsung dipulangkan kembali ke asalnya.<strong> (Pujitio\/WP)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0 Enam hantu valak datangi indonesia, hingga membuat masyarakat ketakutan. Setan Valak (atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac) tidak lain adalah Presiden Agung dari Neraka. Secara umum, Valak adalah tokoh yang berpangkat tinggi di dunia iblis. Sering digambarkan mengendarai naga berkepala dua dan memerintah 30 legiun setan. Valak memiliki wujud seorang anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":38567,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-38563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38563"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38563\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}