{"id":39259,"date":"2017-01-01T19:16:01","date_gmt":"2017-01-01T12:16:01","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=39259"},"modified":"2017-01-01T19:16:01","modified_gmt":"2017-01-01T12:16:01","slug":"sungai-citanduy-meluap-ratusan-rumah-ciamis-terendam-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/01\/01\/sungai-citanduy-meluap-ratusan-rumah-ciamis-terendam-banjir\/","title":{"rendered":"Sungai Citanduy Meluap, Ratusan Rumah di Ciamis Terendam Banjir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>. \u00a0Beberapa hari ini hujan deras yang mengguyur wilayah Panumbangan dan sekitarnya yang mengakibatkan sungai Citanduy di Desa Kertaharja dan Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan meluap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Luapan Sungai Citanduy yang terjadi Sabtu (31\/12) hingga Minggu (01\/01) menggenangi 461 rumah kepala keluarga dan 13 hektar sawah dengan kondisi padi siap panen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dipastikan tanaman padi rusak dan gagal panen. Serta tonan ikan milik warga terbawa arus sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-39261 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/banjir-di-ciamis-1-225x300.jpg\" alt=\"banjir-di-ciamis-1\" width=\"291\" height=\"388\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penyebab banjir karena hujan deras sejak Sabtu sore. Sungai tidak mampu menampung volume air yang sangat deras, sebab kondisinya kini menyempit dan dangkal.&#8221; terang Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ade Waluya, air dari sungai mulai naik ke permukaan dan pemukiman warga sekitar pukul 22.00 malam. Hingga membanjiri pemukiman dan jalan desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa hingga pinggang orang dewasa atau sekitar 1 meter. \u201cSampai pagi air masih menggenang,\u201d\u00a0jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-39260 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/banjir-di-ciamis-2-300x300.jpg\" alt=\"banjir-di-ciamis-2\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih menurut Ade, sebagian warga terdampak mengamankan diri sementara dengan mengungsi ke masjid desa menunggu sampai air surut. Setelah air mulai \u00a0berangsur surut sekitar pukul 10.00 WIB siang, warga kembali ke rumah untuk membersihkan isi rumah yang telah terendam banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami dari Anggota Tagana Ciamis membantu warga melakukan evakuasi ke pengungsian di masjid, hingga memantau keadaan,&#8221; terang Ade.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini merupakan banjir langganan yang terjadi hampir setiap hujan deras mengguyur wilayah Panumbangan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ade berharap, pemerintah segera melakukan tindakan misalnya melakukan pengerukan Sungai Citanduy yang mengalami pendangkalan agar banjir serupa tidak kembali terjadi. <strong>(Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. \u00a0Beberapa hari ini hujan deras yang mengguyur wilayah Panumbangan dan sekitarnya yang mengakibatkan sungai Citanduy di Desa Kertaharja dan Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan meluap. Luapan Sungai Citanduy yang terjadi Sabtu (31\/12) hingga Minggu (01\/01) menggenangi 461 rumah kepala keluarga dan 13 hektar sawah dengan kondisi padi siap panen. Dipastikan tanaman padi rusak dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":39261,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-39259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}