{"id":39426,"date":"2017-01-04T18:03:27","date_gmt":"2017-01-04T11:03:27","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=39426"},"modified":"2017-01-04T18:03:27","modified_gmt":"2017-01-04T11:03:27","slug":"kisah-dramatis-warga-pangandaran-nyaris-jadi-korban-tragedi-kebakaran-kapal-wisata-zahro-ekspres","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/01\/04\/kisah-dramatis-warga-pangandaran-nyaris-jadi-korban-tragedi-kebakaran-kapal-wisata-zahro-ekspres\/","title":{"rendered":"Kisah Dramatis Warga Pangandaran yang Nyaris Jadi Korban Tragedi Kebakaran Kapal Wisata Zahro Ekspres"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN<\/a><\/strong>. Tragedi terbakarnya kapal wisata Zahro Ekspres yang merenggut puluhan nyawa pada Minggu, (1\/1\/2017) di Teluk Jakarta menyisakan kenangan pahit bagi Cucu Rukminingsih (49), warga Dusun Empang Sari, Desa\/Kecamatan Kalipucang, salah satu pegawai setda Pangandaran yang selamat dari tragedi maut tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapal yang mengangkut kurang lebih 184 penumpang itu sebelumnya diketahui akan berlayar pukul 07.00 WIB dari Pelabuhan Muara Angke, namun tanpa alasan yang jelas akhirnya berangkat pada pukul 08.00 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah 20 menit kapal bertolak dari pelabuhan secara tiba-tiba terdengar ada yang berteriak minta tolong sambil menghampiri ke arah nakhoda,\u201d kata Cucu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cucu mengira orang yang menghampiri nakhoda itu akan memberhentikan nakhoda karena ada yang terjatuh ke laut, tetapi dalam waktu singkat seluruh penumpang tiba-tiba dikagetkan dengan kepulan asap dari bawah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya kebetulan berada di lantai 2 bersama ke tiga anak, Ayu Purwanti (21), Jery (17) dan Asep (12), dan keponakan Fredi (16) serta Dendi (14),\u201d tambahnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_39427\" aria-describedby=\"caption-attachment-39427\" style=\"width: 419px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-39427\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/korban-tragedi-kebakaran-kapal-zahri-ekspres-1-300x225.jpg\" alt=\"Cucu Rukminingsih (49) Warga Dusun Empang Sari Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang yang selamat dari Tragedi Kapal Wisata Zahro Ekspres\" width=\"419\" height=\"314\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39427\" class=\"wp-caption-text\">Cucu Rukminingsih (49) Warga Dusun Empang Sari Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang yang selamat dari Tragedi Kapal Wisata Zahro Ekspres<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat kejadian itu, Cucu beserta anak dan kerabatnya mulai panik dan penasaran sehingga salah satu dari mereka ada yang keluar melihat kondisi yang terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFredi dan Dendi berinisiatif melihat keluar pintu ruangan, setelah itu berteriak ke saya kapal dalam kondisi bahaya dan saya langsung bergegas keluar,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah Cucu keluar, terlihat jelas beberapa orang berdesak ingin menyelamatkan diri.<br \/>\n\u201cTidak lama dari itu petugas mulai mengeluarkan pelampung dan keluarga kami sudah mendapat bagian pelampung,\u201d turunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNamun setelah semua mendapat bagian pelampung salah satu keluarga saya pelampungnya ada yang merebut sehingga harus menunggu pembagian pelampung lagi,\u201d jelas Cucu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang lain satu per satu mulai berlompatan ke laut menggunakan pelampung, secara spontanitas Cucu bersama anak dan keluarganya pun langsung melompat kelaut tanpa menghiraukan semua bawaan yang mereka bawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarta benda yang dibawa tidak saya pikirkan, yang penting jiwa raga keluarga kami selamat,\u201d kenang Cucu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berada di laut, Cucu kembali panik lantaran terpisah bersama anak dan kerabatnya. Waktu itu Cucu mulai mendekat ke perahu nelayan yang menyelamatkan para penumpang kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenumpang di perahu berdesakan, saya saat hendak naik pun akhirnya disuruh turun lagi lantaran posisi perahu sudah miring,\u201d terang Cucu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cucu memaparkan, kurang lebih 20 menit dirinya terapung menggunakan pelampung menunggu perahu susulan yang mengangkut korban dan akhirnya mendarat hingga bertemu dengan seluruh anggota keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami bertemu bersama keluarga setelah berada di darat dan salah satu keluarga kami Ayu Purwanti harus dilarikan ke rumah sakit lantaran shok,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cucu bersyukur, dirinya bersama keluarga bisa selamat dari tragedi tersebut dan hingga saat ini masih bisa berkumpul meski sebagian harta benda yang dibawanya hingga saat ini hilang entah kemana.\u00a0<strong>(Iwan Mulyadi\/WP)\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tragedi terbakarnya kapal wisata Zahro Ekspres yang merenggut puluhan nyawa pada Minggu, (1\/1\/2017) di Teluk Jakarta menyisakan kenangan pahit bagi Cucu Rukminingsih (49), warga Dusun Empang Sari, Desa\/Kecamatan Kalipucang, salah satu pegawai setda Pangandaran yang selamat dari tragedi maut tersebut. Kapal yang mengangkut kurang lebih 184 penumpang itu sebelumnya diketahui akan berlayar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":39428,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-39426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}