{"id":40415,"date":"2017-01-19T11:54:28","date_gmt":"2017-01-19T04:54:28","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=40415"},"modified":"2017-01-19T11:54:28","modified_gmt":"2017-01-19T04:54:28","slug":"alat-peraga-kampanye-tasikmalaya-diturunkan-paksa-aparat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/01\/19\/alat-peraga-kampanye-tasikmalaya-diturunkan-paksa-aparat\/","title":{"rendered":"Alat Peraga Kampanye di Tasikmalaya Diturunkan Paksa Aparat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Sejumlah alat peraga kampanye (APK) Pilkada 2017 di Kota Tasikmalaya terpaksa ditertibakan\u00a0\u00a0oleh Panitia Pengawas Pemilhan Umum (Panwaslu) dan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Rabu(18\/01).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">APK tersebut diturunkan Panwaslu Kota Tasikmalaya karena diduga melanggar peraturan KPU tentang kampanye. APK yang disita merupakan APK yang dipasang di zona merah atau kawasan bersih dari alat peraga kampanye.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski\u00a0 pihak KPU telah memberikan penjelasan tentang peraturan pemasangan alat peraga kampanye dalam pelaksanaan pilkada serentak Kota Tasik 2017 mendatang, namun sejumlah APK masih dipasang di sejumlah zona merah yang merupakan jalan yang dilarang untuk digunakan penempatan APK.<\/p>\n<figure id=\"attachment_40416\" aria-describedby=\"caption-attachment-40416\" style=\"width: 446px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-40416\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/pilkada-tasikmalaya-3-300x169.jpg\" alt=\"Sejumlah petugas tengah menurunkan alat peraga kampanye di jalan Sutisna Senjaya. (foto: andri\/wp)\" width=\"446\" height=\"251\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-40416\" class=\"wp-caption-text\">Sejumlah petugas tengah menurunkan alat peraga kampanye di jalan Sutisna Senjaya. (foto: andri\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang ditemukan di Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya, petugas menemukan banyak APK yang dipasang di pinggir jalan dan di depan rumah. Padahal sudah jelas wilayah tersebut merupakan zona merah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak Panwaslu dan Satpol PP Kota Tasikmalaya, terpaksa membongkar semua APK di Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dTidak di Jalan Sutisna Senjaya saja, namun panwaslu juga akan mengamankan apk di empat titik lainnya. Masing-masing di jalan Ir. h. juanda, jalan Dr Soekarjo, jalan\u00a0\u00a0Yudanegara dan sepanjang jalan H.Z Mustofa,\u201d kata Edde Supriadi, Ketua Panwaslu Kota Tasikmalaya saat memberikan keterangan pers usai menurunkan APK di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni dalam rangka menciptakan suasana kondusif di wilayah Kota Tasikmalaya,\u201d pungkasnya. (Andri\/WP)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sejumlah alat peraga kampanye (APK) Pilkada 2017 di Kota Tasikmalaya terpaksa ditertibakan\u00a0\u00a0oleh Panitia Pengawas Pemilhan Umum (Panwaslu) dan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Rabu(18\/01). APK tersebut diturunkan Panwaslu Kota Tasikmalaya karena diduga melanggar peraturan KPU tentang kampanye. APK yang disita merupakan APK yang dipasang di zona merah atau kawasan bersih dari alat peraga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":40416,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-40415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40415"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40415\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}