{"id":41305,"date":"2017-02-02T17:05:32","date_gmt":"2017-02-02T10:05:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=41305"},"modified":"2017-02-02T17:05:32","modified_gmt":"2017-02-02T10:05:32","slug":"jalan-penghubung-enam-kecamatan-tasik-tertutup-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/02\/02\/jalan-penghubung-enam-kecamatan-tasik-tertutup-longsor\/","title":{"rendered":"Jalan Penghubung Enam Kecamatan di Tasik Tertutup Longsor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong>\u00a0Memasuki puncak musim hujan, tanah longsor terus mengintai warga di kawasan rawan bencana. Seperti cencana yang terjadi Kamis (02\/02) dini hari tadi, sebuah tebing di Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benteng penahan tidak kuasa menahan derasnya air hujan hingga tebing setinggi lima meter dengan panjang 20 meter ambrol. Selain menggerus bagian depan rumah warga di atasnya, material longsoran juga menutupi setengah badan jalan raya penghubung enam kecamatan di selatan Tasikmalaya. Beruntung, penghuni yang tengah tidur lelap berhasil lolos dari maut setelah melarikan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dKejadian tersebut kira-kira jam tiga subuh, pada saat saya sedang tidur, kemudian saya bangun lalu kedengaran ada suara gemuruh. Pada saat itu saya lagi di rumah langsung keluar, saya di atas sendirian. Saya takut ambruk, kemudian ke luar untuk menyelamatakan diri,\u201d jelas salah seorang penguni rumah, Ii Sukdi saat ditanya sejumlah wartawan di lokasi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_41306\" aria-describedby=\"caption-attachment-41306\" style=\"width: 407px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-41306\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/longsor-di-tasikmalaya-1-300x169.jpg\" alt=\"foto: andri\/wp\" width=\"407\" height=\"229\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41306\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas BPBD, kepolisian dibantu masyarakat berusaha mengevakuasi material longsoran yang menutupi jalan. Minimnya peralatan, membuat proses evakuasi berjalan cukup lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ez Alvian, Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan, rumah berada di bibir tebing. \u201cTanahnya urugan jadi kejadianya seperti ini,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemilik rumah kita disarankan untuk mengungsi ke tempat aman,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat material longsor menutup setengah badan jalan, pihak kepolisian dari polsek setempat memberlakukan sistem buka tutup. Kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintasi bersamaan hingga terjadi antrian cukup panjang di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena menimpa sebagian jalan, lalu lintas kami perlu atur penutupan jalur satu arah tutup buka. Dan alhamdulillah saat ini arus lalu-lintas kembali normal,\u201d jelas Kapolsek Salwu Polres, Iptu Dedi Hidayat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat longsor tebing, setidaknya dua rumah warga terancam longsor susulan. Mereka khawatir jadi korban longsor susulan apalagi hujan deras terus melanda di wilayah tersebut.<strong> (Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Memasuki puncak musim hujan, tanah longsor terus mengintai warga di kawasan rawan bencana. Seperti cencana yang terjadi Kamis (02\/02) dini hari tadi, sebuah tebing di Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya longsor. Benteng penahan tidak kuasa menahan derasnya air hujan hingga tebing setinggi lima meter dengan panjang 20 meter ambrol. Selain menggerus bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":41306,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-41305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}