{"id":41529,"date":"2017-02-06T20:38:42","date_gmt":"2017-02-06T13:38:42","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=41529"},"modified":"2017-02-06T20:38:42","modified_gmt":"2017-02-06T13:38:42","slug":"malang-bayi-di-tasik-ini-diduga-dibuang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/02\/06\/malang-bayi-di-tasik-ini-diduga-dibuang\/","title":{"rendered":"Malang&#8230; Bayi di Tasik Ini Diduga Dibuang"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?cat=270\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Geger warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, temukan bayi berjenis kelamin laki-laki di depan rumah warga, Minggu (05\/2).<\/p>\n<p>Bayi yang diperkirakan masih berusia 2 bulan ini ditemukan tengah tergeletak di atas keset depan rumah Entin, warga Kampung Sindangtamu, Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_41531\" aria-describedby=\"caption-attachment-41531\" style=\"width: 460px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-41531\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/bayi-dibuang-di-tasik-2-300x169.png\" alt=\"\" width=\"460\" height=\"259\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41531\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>Entin menjelaskan, saat itu dia sedang di kamar mandi, selang beberapa saat terdengar suara tangisan bayi. Segera dia mencari sumber tangisan tersebut, ternyata di depan rumahnya sudah tergeletak seorang bayi lengkap dengan beberapa baju, popok dan susu formula di sampingnya. Lalu dia memberi tahu warga yang lain mengenai kejadian tersebut.<\/p>\n<p>Bayi yang dibuang tersebut dibawa ke puskesmas terdekat untuk diperiksa kesehatannya. Bayi dengan berat 3,5 Kg dan panjang 54 cm tersebut sementara dirawat Popong warga setempat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_41532\" aria-describedby=\"caption-attachment-41532\" style=\"width: 473px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-41532\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/bayi-dibuang-di-tasik-3-300x169.png\" alt=\"\" width=\"473\" height=\"266\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41532\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cSaat itu saya mendengar tetangga yang lewat katanya ada bayi yang dibuang. Kemudian saya mendatangi lokasi kejadian tersebut,\u201d tutur Popong Nurlela (43).<\/p>\n<p>Popong menambahkan, sampai di lokasi bayi tersebut tengah digendong sang pemilik rumah yang dikerumuni warga. Kemudian dia mengambil bayi tersebut dan memeluknya.<\/p>\n<p>\u201cBayi itu saya bawa ke rumah, lalu saya bawa ke puskesmas. Sedangkan warga yang lain melaporkan kejadian ini ke Polsek Ciawi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Kapolsek Ciawi, Ade Najmulloh mengatakan, mengenai kejadian tersebut akan ditangani pihak kepolisian. Timnya telah membentuk tim khusus untuk mencari tahu orang tua bayi tersebut. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Geger warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, temukan bayi berjenis kelamin laki-laki di depan rumah warga, Minggu (05\/2). Bayi yang diperkirakan masih berusia 2 bulan ini ditemukan tengah tergeletak di atas keset depan rumah Entin, warga Kampung Sindangtamu, Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya. Entin menjelaskan, saat itu dia sedang di kamar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":41530,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-41529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41529"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41529\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}