{"id":41746,"date":"2017-02-09T19:57:35","date_gmt":"2017-02-09T12:57:35","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=41746"},"modified":"2017-02-09T19:57:35","modified_gmt":"2017-02-09T12:57:35","slug":"barang-sejarah-dan-purbakala-pangandaran-dimesiumkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/02\/09\/barang-sejarah-dan-purbakala-pangandaran-dimesiumkan\/","title":{"rendered":"Barang Sejarah dan Purbakala di Pangandaran Akan Dimesiumkan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wartapriangan.com,<\/a><\/span><\/strong><span class=\"apple-converted-space\"><b><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">\u00a0<\/span><\/b><\/span><strong><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN.<\/a><\/span><\/strong><span class=\"apple-converted-space\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">\u00a0<\/span><\/span><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mesiumkan barang peninggalan sejarah dan purbakala, saat ini beberapa benda bersejarah sudah mulai dipajang di kantor Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Benda yang saat ini telah dimesiumkan diantaranya merupakan barang titipan yang dimiliki oleh beberapa orang diantaranya para keturunan dan juru kunci situs yang ada kaitannya dengan sejarah.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_41748\" aria-describedby=\"caption-attachment-41748\" style=\"width: 474px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-41748\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/unnamed-2-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"474\" height=\"267\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41748\" class=\"wp-caption-text\">Benda Kuno Peralatan Ronggeng Gunung Akan Dimesiumkan. (Foto : Iwan Mulyadi\/wartapriangan.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Kepala Bidang Kebudayaan Aceng Hasyim mengatakan, pihaknya telah memajang batu lesung segi empat dan beberapa benda yang diduga bekas peninggalan manusia purba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">\u201c Batu lesung segi empat dititipkan warga Dusun Bulakbanjar Kecamatan Kalipucang bernama Dasa, sedangkan peninggalan manusia purba dibawa oleh tim sejarah kepurbakalaan dari Goa Sutra Reregan di Desa Selasari Kecamatan Parigi,\u201d kata Aceng.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_41747\" aria-describedby=\"caption-attachment-41747\" style=\"width: 491px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-41747\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/unnamed-4-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"491\" height=\"368\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41747\" class=\"wp-caption-text\">Benda Kuno Peralatan Ronggeng Gunung Akan Dimesiumkan. (Foto : Iwan Mulyadi\/wartapriangan.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Batu lesung segi empat merupakan benda bersejarah yang digunakan untuk meracik dedaunan dan akar yang memiliki khasiat untuk penyembuhan penyakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">\u201c Menurut pemiliknya, batu lesung berukuran panjang 40 centi meter dan lebar 17 centi meter dan halu dengan tinggi 11 centi meter itu biasa digunakan menumbuk bahan ramuan oleh manusia purba,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Sementara dari goa sutra reregan telah ditemukan cangkang kerang (molusca), batu pemecah (perkutor) dan tulang-belulang. Menurutnya benda tersebut dibawa saat pihaknya melakukan penelitian awal dari goa sutra reregan, Desa Selasari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Undang Sohbarudin menegaskan pihaknya memang sedang melakukan perintisan musium Pangandaran namun benda tersebut masih terbatas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">\u201c Benda yang sudah dalam penguasaan kami dan sudah diregistrasi, dipajang lebih dahulu, ke depan kami ingin benda bersejarah di Pangandaran yang masih berada dalam penguasaan warga maupun yang berserak di alam terbuka bisa kami amankan di kantor,\u201d kata Undang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">Undang menjelaskan rencananya pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan menamakan mesium kapangandaranan yang akan mengoleksi barang kuno, prasasti, naskah kuno, benda bersejarah dan karya seni masa lalu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: start; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; word-spacing: 0px;\"><span style=\"font-family: 'Georgia','serif'; color: #333333;\">\u201c Salah satu barang bersejarah yang saat ini akan inventarisir diantaranya seperangkat peralatan kesenian ronggeng gunung yang terdapat di daerah jambu handap,\u201d pungkasnya.<strong><span style=\"font-family: 'Georgia','serif';\">\u00a0(Iwan Mulyadi\/wartapriangan.com)<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; wartapriangan.com,\u00a0BERITA PANGANDARAN.\u00a0Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan mesiumkan barang peninggalan sejarah dan purbakala, saat ini beberapa benda bersejarah sudah mulai dipajang di kantor Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Benda yang saat ini telah dimesiumkan diantaranya merupakan barang titipan yang dimiliki oleh beberapa orang diantaranya para keturunan dan juru kunci situs yang ada kaitannya dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":41747,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-41746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41746"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41746\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}