{"id":42353,"date":"2017-02-16T19:23:05","date_gmt":"2017-02-16T12:23:05","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=42353"},"modified":"2017-02-16T19:23:05","modified_gmt":"2017-02-16T12:23:05","slug":"pangandaran-sering-diguncang-gempa-bumi-imbauan-dpkpb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/02\/16\/pangandaran-sering-diguncang-gempa-bumi-imbauan-dpkpb\/","title":{"rendered":"Pangandaran Sering Diguncang Gempa Bumi, Ini Imbauan dari DPKPB"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN<\/a><\/strong>. Terkait seringnya terjadi gempa bumi di Jawa Barat yang terasa hingga Pangandaran, Pemkab Pangandaran menghimbau warga tidak merasa takut yang berlebihan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_42355\" aria-describedby=\"caption-attachment-42355\" style=\"width: 404px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-42355\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/gempa-pangandaran-3-300x182.jpg\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"245\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42355\" class=\"wp-caption-text\">Pegawai Pemkab Pangandaran berhamburan dari dalam gedung saat hempa bumi terjadi beberapa waktu lalu. (foto: iwan mulyadi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, gempa bumi disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.<\/p>\n<p>&#8220;Gempa bumi dapat menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Namun selama beberapa kali gempa skalanya kecil dan tidak berdampak pada bangunan, infrastruktur jalan maupun jiwa,&#8221; kata Nana, Kamis (16\/2) siang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_42356\" aria-describedby=\"caption-attachment-42356\" style=\"width: 407px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-42356\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/kepala-dinas-penanggulangan-bencana-pangandaran-300x180.jpg\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"244\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42356\" class=\"wp-caption-text\">Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena. (foto: iwan mulyadi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk itu, lanjut Nana, masyarakat dihimbau tidak perlu cemas, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Mengingat gempa bumi, kapan terjadi dan di mana terjadinya tidak bisa diprediksi. Bahkan negara maju sekalipun tidak bisa memprediksi gempa itu.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi untuk gempa itu tidak bisa diprediksi, bahkan negara maju seperti Amerika dan Jepang pun yang memiliki teknologi yang tinggi pun belum bisa memprediksi kapan dan di mana gempa terjadi,&#8221; ujar\u00a0Nana.<strong> (Iwan Mulyadi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Terkait seringnya terjadi gempa bumi di Jawa Barat yang terasa hingga Pangandaran, Pemkab Pangandaran menghimbau warga tidak merasa takut yang berlebihan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, gempa bumi disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":42356,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-42353","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42353"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42353\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}