{"id":43206,"date":"2017-02-27T18:40:38","date_gmt":"2017-02-27T11:40:38","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=43206"},"modified":"2017-02-27T18:40:38","modified_gmt":"2017-02-27T11:40:38","slug":"ckckck-balita-penderita-gizi-buruk-pangandaran-tak-terdata-dinas-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/02\/27\/ckckck-balita-penderita-gizi-buruk-pangandaran-tak-terdata-dinas-kesehatan\/","title":{"rendered":"Ckckck&#8230; Balita Penderita Gizi Buruk di Pangandaran Tak Terdata Dinas Kesehatan"},"content":{"rendered":"<hr \/>\n<p><strong>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN.<\/strong> Salah satu balita penderita gizi buruk bernama Zulpratama Anugrah, yang masih berusia 40 bulan, anak pertama pasangan suami istri (pasutri) dari Susanti, 23, dan Watino, 32, warga Dusun\/Desa Maruyungsari, RT 17 RW 06 Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran ternyata masih luput pendataan dari Dinas Kesehatan.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil investigasi Warta Priangan di lapangan, Zulpratama tidak masuk data kasus gizi buruk. Padahal berdasarkan pengakuan keluarganya Zulpratama sudah teridentifikasi mengalami gizi buruk sejak lahir yang disebabkan jantung bocor.<\/p>\n<p>\u201cAnak saya divonis mengalami gizi buruk oleh pihak medis, sejak lahir pada tubuhnya mengalami biru diujung jari kaki, jari tangan dan bibir,\u201d kata Susanti.<\/p>\n<figure id=\"attachment_43207\" aria-describedby=\"caption-attachment-43207\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-43207\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/IMG-20170227-WA0074-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43207\" class=\"wp-caption-text\">Zulpratama Anugrah Balita Penderita Gizi Buruk Panyerta Jantung Bocor Yang Lolos Dari Pendataan Dinas Kesehatan Bersama Orang Tuanya Susanti dan Watino. (Foto:iwan mulyadi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bahkan, setiap kali Zulpratama menangis, bibir, jari kaki dan jari tangan berwarna biru. Selain itu pertumbuhan berat badan tidak mengalami perkembangan yang baik. Sebelum usia 3 tahun Zulpratama hanya memiliki berat badan 6 kilo gram dan saat ini hanya 9 kilo gram.<\/p>\n<p>\u201cSehari-hari anak saya hanya menghabiskan waktu dalam ayunan lantaran tidak bisa jalan dan gampang mengalami cape,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu napsu makan Zulpratama pun sangat buruk bahkan jarang makan, lantaran mengalami sakit di bagian dada sebelah kanan sebab tulangnya seperti tidak tumbuh seimbang dengan tulang dada sebelah kiri.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan rujukan petugas medis setempat, anak saya harus diobati ke Bandung, kami sekeluarga hingga saat ini belum melaksanakan saran tersebut lantaran terhambat biaya pengobatan,\u201d papar Susanti.<\/p>\n<p>Sementara Watino ayah Zulpratama mengaku untuk mencukupi kebutuhan ekonomi dan makan keluarga dirinya hanya mengandalkan menjadi buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.<\/p>\n<p>\u201cKami bukan tidak mau mengobati anak pertama kami, namun lantaran terhimpit biaya untuk saat ini hanya pasrah dan berusaha seadanya saja dengan mengandalkaan pemberian makanan penambah tambahan (PMP-T) yang diberikan oleh petugas medis,\u201d kata Watino.<\/p>\n<p>Sambil meneteskan air mata, Watino sangat berharap anaknya bisa hidup sehat layaknya anak seusia Zulpratama.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pada pemberitaan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan, Yani Achmad Marzuki mengatakan, jumlah penderita balita kasus gizi buruk di Pangandaran ada 80 balita.<\/p>\n<p>\u201cDari 80 balita penderita kasus gizi buruk tersebut sedang diverifikasi, saat ini baru terverifikasi 19 balita dan sisanya masih dalam tahap verifikasi,\u201d kata Yani.<\/p>\n<p>Setelah selesai dilakukan verifikasi, pihak Dinas Kesehatan akan mengkategorikan apakah kasus gizi buruk tersebut gizi buruk murni atau gizi buruk penyerta, sehingga penanganan yang dilakukan akan maksimal.<\/p>\n<p>Sebelumnya Yani juga mengatakan, untuk di Kecamatan Padaherang kasus penderita gizi buruk dialami oleh 5 balita diantaranya Anggita, Rino, Arismunandar, Aleva dan Kenanga. Dari ke 5 balita tersebut hanya Kenanga yang mengalami gizi buruk murni sedangkan yang lainnya gizi buruk penyerta.<br \/>\n<strong>(Iwan Mulyadi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Salah satu balita penderita gizi buruk bernama Zulpratama Anugrah, yang masih berusia 40 bulan, anak pertama pasangan suami istri (pasutri) dari Susanti, 23, dan Watino, 32, warga Dusun\/Desa Maruyungsari, RT 17 RW 06 Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran ternyata masih luput pendataan dari Dinas Kesehatan. Berdasarkan hasil investigasi Warta Priangan di lapangan, Zulpratama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":43207,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-43206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43206\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}