{"id":43439,"date":"2017-03-01T21:30:29","date_gmt":"2017-03-01T14:30:29","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=43439"},"modified":"2017-03-01T21:30:29","modified_gmt":"2017-03-01T14:30:29","slug":"waduh-ternyata-mayoritas-balita-gizi-buruk-di-pangadaran-keluarga-mampu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/03\/01\/waduh-ternyata-mayoritas-balita-gizi-buruk-di-pangadaran-keluarga-mampu\/","title":{"rendered":"Waduh&#8230; Ternyata Mayoritas Balita Gizi Buruk di Pangadaran dari Keluarga Mampu"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN<\/a>.<\/strong> Kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Pangandaran bukan hanya faktor kemiskinan saja. Dari 80 kasus balita yang mengalami gizi buruk yang telah terdata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, 49 balita gizi buruk di Pangandaran berasal dari keluarga mampu dan 31 balita dari keluarga miskin.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, gizi buruk bisa saja terjadi karena keteledoran Ibu saat memberikan asupan gizi kepada anak.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini jumlah balita se-Kabupaten Pangandaran 27.720 balita dan yang terdeteksi mengalami gizi buruk ada 80 balita,\u201d kata Yani.<\/p>\n<p>Namun dari 80 balita yang terdeteksi gizi buruk sedang divalidasi ke lapangan untuk mendapatkan penanganan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_43207\" aria-describedby=\"caption-attachment-43207\" style=\"width: 401px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-43207\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/IMG-20170227-WA0074-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"226\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43207\" class=\"wp-caption-text\">Zulpratama Anugrah Balita Penderita Gizi Buruk Panyerta Jantung Bocor yang lolos dari Pendataan Dinas Kesehatan Bersama Orang Tuanya Susanti dan Watino. (Foto:iwan mulyadi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cSaat ini yang sudah mengirimkan validasi ulang disertai pemeriksaan dokter puskesmas ada 19 balita, sedangkan yang belum mengirimkan validasi ulang disertai pemeriksaan dokter puskesmas ada 61 balita,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu Yani menambahkan, kasus gizi buruk yang disertai dengan penyakit penyerta ada 15 balita dan yang sudah diinterverensi berupa penambahan makanan tambahan (PMT) dari Kementrian Kesehatan ada 21 balita.<\/p>\n<p>\u201cKemiskinan bukan faktor utama yang mengakibatkan terjadinya gizi buruk, hal ini terbukti dari kasus gizi buruk yang saat ini terdeteksi lebih banyak dialami oleh balita dari keluarga mampu,\u201d pungkasnya. <strong>(Iwan Mulyadi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Pangandaran bukan hanya faktor kemiskinan saja. Dari 80 kasus balita yang mengalami gizi buruk yang telah terdata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, 49 balita gizi buruk di Pangandaran berasal dari keluarga mampu dan 31 balita dari keluarga miskin. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":43207,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-43439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}