{"id":43460,"date":"2017-03-02T14:04:20","date_gmt":"2017-03-02T07:04:20","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=43460"},"modified":"2017-03-02T14:04:20","modified_gmt":"2017-03-02T07:04:20","slug":"diduga-lecehkan-kiyai-seorang-guru-agama-pangandaran-dipolisikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/03\/02\/diduga-lecehkan-kiyai-seorang-guru-agama-pangandaran-dipolisikan\/","title":{"rendered":"Diduga Lecehkan Kiai, Seorang Guru Agama di Pangandaran Dipolisikan"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN<\/a><\/strong>. Pengurus Cabang (PC) Ikantan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pangandaran melaporkan salah satu guru SD mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) ke pihak kepolisian. Guru tersebut dilaporkan lantaran melecehkan Kiai, Pondok Pesantren dan Gusdur.<\/p>\n<p>Ketua PC IPNU Pangandaran, Dudung Nurkhotim Sa\u2019id mengatakan, laporan tersebut dilakukan menyusul adanya perkataan yang dilontarkan guru tersebut yang menyebut dajal kepada salah satu Kiai yang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Padaherang.<\/p>\n<p>\u201cGuru itu sudah lebih dari satu kali melecehkan Kiai dan Pondok Pesantren, Gusdur hingga menyebut dajal ke Kiai,\u201d kata Dudung, Kamis (2\/3).<\/p>\n<figure id=\"attachment_43461\" aria-describedby=\"caption-attachment-43461\" style=\"width: 418px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-43461\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/guru-pai-lecehkan-kiai-300x171.jpg\" alt=\"\" width=\"418\" height=\"238\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43461\" class=\"wp-caption-text\">Suasana di Polsek Padaherang Kabupaten pangandaran saat puluhan santri dan anggota IPNU melaporkan salah satu guru SD Mata Pelajaran PAI di Kecamatan Padaherang dengan dugaan pelecehan nama baik. (foto: iwan mulyadi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Bahkan guru tersebut sebelumnya pernah berkata bahwa salah satu kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh pemuda dan para santri beserta pihak pondok pesantren merupakan salah satu perayaan imlek.<\/p>\n<p>\u201cDia juga pernah menyebar SMS ke seluruh guru PAI se-Kecamatan Padaherang dengan isi SMS yang berbau SARA,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sebagai kader IPNU, Dudung mengaku terusik dengan perkataan guru tersebut karena sudah keterlaluan dan mengusik ketenangan warga Nahdiyin terutama IPNU.<\/p>\n<p>\u201cDalam pelaporan tersebut kami mengantongi rekaman suara yang diucapkan, atas hasil kesepakatan, kami minta permasalahan ini ditindaklanjuti secara hukum,\u201d papar Dudung.<\/p>\n<p>Berdasarkan inpormasi yang berhasil dihimpun, guru tersebut sering mengisukan kalau pondok pesantren dan Kiainya mendapat bantuan dana dan fasilitas mobil Avanza dengan ambulan yang dibrending dengan logo dan figur salah satu partai politik.<\/p>\n<p>Saat berita ini ditulis, pihak Kepolisian telah melimpahkan laporan tersebut ke Polres Ciamis dan akan ditangani oleh Polres Ciamis.<strong> (Iwan Mulyadi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang (PC) Ikantan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pangandaran melaporkan salah satu guru SD mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) ke pihak kepolisian. Guru tersebut dilaporkan lantaran melecehkan Kiai, Pondok Pesantren dan Gusdur. Ketua PC IPNU Pangandaran, Dudung Nurkhotim Sa\u2019id mengatakan, laporan tersebut dilakukan menyusul adanya perkataan yang dilontarkan guru tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":43461,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-43460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43460"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43460\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}