{"id":43639,"date":"2017-03-04T23:20:09","date_gmt":"2017-03-04T16:20:09","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=43639"},"modified":"2017-03-04T23:20:09","modified_gmt":"2017-03-04T16:20:09","slug":"duh-banyak-gelandangan-berkeliaran-alun-alun-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/03\/04\/duh-banyak-gelandangan-berkeliaran-alun-alun-ciamis\/","title":{"rendered":"Duh! Banyak Gelandangan Berkeliaran di Alun-Alun Ciamis"},"content":{"rendered":"<p><strong>www.wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>. Banyaknya gelandang dan pengemis yang tersebar di wilayah Ciamis, terutama di kawasan ramai pengunjung seperti Alun-alun Ciamis hingga depan toko serba ada (toserba) Yogya membuat warha resah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-43644 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gelandangan-di-alun-alun-ciamis-5-300x200.png\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"267\" \/><\/p>\n<p>Hal ini membuat beberapa pengunjung yang datang merasa terganggu dan juga iba. Terutama saat melihat anak-anak yang masih kecil harus meminta-minta pada setiap pengunjung yang datang.<\/p>\n<p>&#8220;Kasihan saja melihatnya, apalagi jika melihat umurnya yang seharusnya mengenyam pendidikan yang layak bukan malah minta-minta disini,&#8221; ungkap salah satu pengunjung Alun-alun Ciamis, Tia (22).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-43646 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gelandangan-di-alun-alun-ciamis-3-300x200.png\" alt=\"\" width=\"406\" height=\"271\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-43648 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gelandangan-di-alun-alun-ciamis-1-300x200.png\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"269\" \/><\/p>\n<p>Dari pantauan Warta Priangan, jika pengemis cilik itu berasal dari Cibitung. Sekitar tiga orang anak kecil yang sering terlihat selalu berkeliaran di sekitar Alun-alun Ciamis. Pengemis cilik itu juga mengatakan jika orang tuanya adalah tukang rongsok yang selalu mengambil sampah-sampah di sekitar Alun-alun Ciamis.<\/p>\n<p>Sementara gelandang-gelandangan tua membuat beberapa pengunjung terganggu. Masalahnya, setiap mereka berjalan mendekati para pengunjung membuat mereka sedikit ketakutan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-43647 aligncenter\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gelandangan-di-alun-alun-ciamis-2-300x200.png\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"267\" \/><\/p>\n<p>Seperti yang diungkapan salah satu mahasiswa Universitas Galuh, Winda (21), ia merasa terganggu jika saja ada salah satu gelandangan yang bersikap galak. &#8220;Gak kenapa-kenapa sih, hanya agak sedikit takut. Kalau-kalau mereka tiba-tiba mendekat, kan biasanya suka ada yang galak gitu. Jadi ya takut saja,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Hal ini menyebabkan kawasan Alun-alun Ciamis yang telah terlihat semakin indah menjadi kurang menarik dengan adanya gelandangan dan pengemis.<\/p>\n<p>\u201cYa sih harapan saya supaya mereka segera ditertibkan, biar kita semua nyaman saat berkunjung di Alun-alun bersama keluarga dan teman,&#8221; ungkap salah satu pengunjung Rida (21).<strong> (Ane Wowiling\/WP).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>www.wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Banyaknya gelandang dan pengemis yang tersebar di wilayah Ciamis, terutama di kawasan ramai pengunjung seperti Alun-alun Ciamis hingga depan toko serba ada (toserba) Yogya membuat warha resah. Hal ini membuat beberapa pengunjung yang datang merasa terganggu dan juga iba. Terutama saat melihat anak-anak yang masih kecil harus meminta-minta pada setiap pengunjung yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":43644,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-43639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43639"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43639\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}