{"id":44600,"date":"2017-03-19T10:50:03","date_gmt":"2017-03-19T03:50:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=44600"},"modified":"2017-03-19T10:50:03","modified_gmt":"2017-03-19T03:50:03","slug":"jalur-garut-bandung-masih-terputus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/03\/19\/jalur-garut-bandung-masih-terputus\/","title":{"rendered":"Jalur Garut-Bandung Masih Terputus"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a>.\u00a0<\/strong>Hujan deras yang mengguyur Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengakibatkan longsor. Imbasnya akses jalan menuju Bandung belum bisa dilalui.<\/p>\n<p>Pantauan detikcom di lapangan, Minggu (19\/3\/2017) dini hari, material longsor seperti batu-batu besar, tanah dan pepohonan masih menutupi seluruh badan jalan.<\/p>\n<p>Terpantau, antrean kendaraan roda empat pun mulai memanjang. Truk-truk pengangkut barang terpaksa harus memarkir kendaraan di tengah jalan, bahkan sebagian sopir memilih untuk beristirahat di teras rumah warga.<\/p>\n<p>&#8220;Dari tadi magrib saya disini, ya mau gimana lagi, belum bisa lewat,&#8221; ungkap salah seorang pengendara, Hidayat (36) di lokasi.<\/p>\n<p>Di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) hanya terlihat petugas dari Koramil dan Polsek Cisewu yang berjaga. Sementara itu, tim evakuasi dari BPBD Kabupaten Garut dijadwalkan akan tiba di lokasi, pagi hari.<\/p>\n<p>Kecamatan Cisewu sendiri merupakan sebuah kecamatan yang terletak di bagian selatan Kabupaten Garut, untuk menuju lokasi, diperlukan perjalanan darat hingga 7 jam dari pusat kota.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, akibat hujan lebat sejak siang hari, dua kecamatan di Kabupaten Garut yaitu Kecamatan Cisewu dan Kecamatan Cihurip dilanda longsor, Sabtu (18\/3) petang. Bahkan di Kecamatan Cihurip, seorang ibu bernama Juwaidah (55) harus meregang nyawa akibat tertimbun longsor.<\/p>\n<p><strong>Sumber: detik.com<\/strong><\/p>\n<style>\nimg.bp-girl20052016 {\nwidth: 100% !important;\nmargin-left: 0 !important;\n}\n<\/style>\n<p><script src=\"https:\/\/binpartner.com\/branding\/brand\"><\/script><br \/>\n<script>\njQuery( \"body\" ).binBranding({\nbody: jQuery('body'),\nconteiner: jQuery('#wrapper'),\nfooter: jQuery('#wrapper'),\nheader: jQuery('#wrapper'),\nafterHeader: false,\nafterFooter: true,\ndestroyBg: true,\ntype: 1,\nurl: 'https:\/\/binomo.com\/id\/promo\/l28?a=929a9991f7ee&ac=branding&sa=wartapriangancom',\nlang: 'id'\n})\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT.\u00a0Hujan deras yang mengguyur Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengakibatkan longsor. Imbasnya akses jalan menuju Bandung belum bisa dilalui. Pantauan detikcom di lapangan, Minggu (19\/3\/2017) dini hari, material longsor seperti batu-batu besar, tanah dan pepohonan masih menutupi seluruh badan jalan. Terpantau, antrean kendaraan roda empat pun mulai memanjang. Truk-truk pengangkut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":44572,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-44600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44600"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44600\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}