{"id":44849,"date":"2017-03-22T09:12:52","date_gmt":"2017-03-22T02:12:52","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=44849"},"modified":"2017-03-22T09:12:52","modified_gmt":"2017-03-22T02:12:52","slug":"wow-pangandaran-ternyata-memiliki-hubungan-bilateral-negara-cina-sejak-abad-9","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/03\/22\/wow-pangandaran-ternyata-memiliki-hubungan-bilateral-negara-cina-sejak-abad-9\/","title":{"rendered":"Wow! Pangandaran Ternyata Memiliki Hubungan Bilateral dengan Negara Cina Sejak Abad ke-9"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN<\/a><\/strong>. Pangandaran ternyata telah menjalin hubungan bilateral dengan Negara China saat dipimpin oleh Dinasti Song. Hal ini terkait banyaknya penemuan barang kuno di Pangandaran oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten<\/p>\n<p>Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Kabupaten Pangandaran, Aceng Hasim mengatakan, beberapa barang temuan kuno di sejumlah lokasi memiliki motif dan tekstur China.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu barang yang berhasil ditemukan diantaranya gerabah jenis poci kecil tempat air minum yang keberadaannya saat ini ada di salah satu juru kunci keramat Situs Jambu Handap,\u201d kata Aceng.<\/p>\n<figure id=\"attachment_44850\" aria-describedby=\"caption-attachment-44850\" style=\"width: 437px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-44850\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/poci-peninggalan-cina-300x200.png\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"291\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44850\" class=\"wp-caption-text\">Gerabah jenis poci kecil tempat air minum yang saat ini ada di salah satu juru kunci keramat Situs Jambu Handap. (foto: iwan mulyadi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Masih dikatakan Aceng, selain gerabah yang utuh yang dimiliki oleh salah satu juru kunci di Situs Jambu Handap juga pernah ditemukaan pecahan gerabah sejenis di lokasi Situs Batu Kalde di BKSDA Cagar Alam Pangandaran.<\/p>\n<p>\u201cSitus Batu Kalde merupakan salah satu prasasti jaman Kerajaan Galuh Pangauban yang merupakan salah satu simbol kementrian pertanian pada jaman tersebut,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu Situs Batu Kalde juga sebagai salah satu simbol yang digunakan pada jaman Hindu Budha pada abad ke 8.<\/p>\n<p>\u201cJadi ada singkronisasi antara keberadaan beberapa barang kuno yang saat ini ditemukan dengan sejarah yang telah melekat di masyarakat,\u201d papar Aceng.<\/p>\n<p>Selain itu Aceng juga memiliki prediksi kalau bajo yang pada saat ini diyakini oleh masyarakat sebagai kelompok pembajak laut yang memiliki karakter jahat merupakan warga Negara China yang melakukan aktivitas hubungan bilateral dengan Kerajaan Galuh Pangauban.<\/p>\n<p>\u201cprediksi tersebut butuh pengkajian lebih dalam yang konperhensif dengan melibatkan ahli sejarah dan akademisi,\u201d pungkas Aceng.<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, poci keramik tersebut berwarna coklat dengan motip warna kuning muda dan hijau dan gambar pada badan poci berupa bunga khas Tiongkok yang dibuat secara 3 dimensional pada tahun 900-1200.<\/p>\n<p>Menurut telaah literatur, keramik itu dibuat pada zaman Dinasti Song dari Tiongkok yang merupakan salah satu Dinasti antara tahun 960 sampai dengan tahun 1279 sebelum Tiongkok di invasi oleh bangsa Mongol.<strong> (Iwan Mulyadi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran ternyata telah menjalin hubungan bilateral dengan Negara China saat dipimpin oleh Dinasti Song. Hal ini terkait banyaknya penemuan barang kuno di Pangandaran oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Kepala Bidang Kebudayaan, Disparbud Kabupaten Pangandaran, Aceng Hasim mengatakan, beberapa barang temuan kuno di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":44851,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8],"class_list":["post-44849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}