{"id":45664,"date":"2017-04-03T12:00:02","date_gmt":"2017-04-03T05:00:02","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=45664"},"modified":"2017-04-03T12:00:02","modified_gmt":"2017-04-03T05:00:02","slug":"kelompok-masyarakat-garut-tanam-puluhan-ribu-pohon-mahoni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/04\/03\/kelompok-masyarakat-garut-tanam-puluhan-ribu-pohon-mahoni\/","title":{"rendered":"Kelompok Masyarakat Garut Tanam Puluhan Ribu Pohon Mahoni"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a>.<\/strong> Kelompok Masyarakat Peundeuy, Singajaya dan Banjarwangi melakukan penanaman 10.000 pohon Mahoni. Penanaman tersebut dimulai dari Kampung Lawang Angin Cikajang hingga ke Singajaya.<\/p>\n<p>Camat Singajaya, Heri Junaeri mengatakan, penanaman 1.000 pohon tersebut selain untuk penghijauan di sepanjang Jalan Lawang Angin hingga Singajaya juga untuk mengembalikan hutan yang sudah rusak karena alih fungsi.<\/p>\n<p>Sepanjang jalan yang ditanami pohon tersebut, seringkali terjadi bencana tanah longsor dan banjir bandang. Apalagi jika musim hujan, sangat rawan dengan bencana. Untuk itu masyarakat yang tergabung dalam Pokmas Pensibar yang diketuai RA. Ridlo, Kepala Desa Pancasura, berupaya mengembalikan hutan ke fungsi yang sebenarnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45666\" aria-describedby=\"caption-attachment-45666\" style=\"width: 428px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45666\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/penanaman-pohon-di-garut-2-300x225.png\" alt=\"\" width=\"428\" height=\"321\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45666\" class=\"wp-caption-text\">foto: yayat ruhiyat\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menurut Ketua Pokmas RA. Ridlo, jika intensitas hujan cukup tinggi khususnya bagi warga Garut Selatan yang ada di kawasan Banjarwangi, Pendeuy dan Singajaya cemas.\u00a0 Mereka umumnya tinggal di daerah lereng dan bantalan Sungai Cikaengan, sehingga apabila intensitas hujan tinggi, masyarakat cemas takut longsor dan banjir menerjang mereka.<\/p>\n<p>Potensi bencana tersebut sangat berpeluang di tiga wilayah Garut Selatan, khususnya Peundeuy, Banjarwangi dan Singajaya. Dimana ke tiga wilayah tersebut memiliki Sungai Cikaengan serta Hulu Gunung Cikurai yang lerengnya sudah beralih fungsi dari penanaman pohon keras menjadi lahan pertanian.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45665\" aria-describedby=\"caption-attachment-45665\" style=\"width: 312px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45665\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/penanaman-pohon-di-garut-1-225x300.png\" alt=\"\" width=\"312\" height=\"416\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45665\" class=\"wp-caption-text\">foto: yayat ruhiyat\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>Camat Singajaya dan Ketua Pokmas SA. Ridlo meminta agar pemerhati lingkungan tidak hanya tinggal diam dan berlarut-larut dalam keresahan. Namun harus bergegas melakukan kegiatan untuk menyelamatkan alam dan lingkungan. Mereka harus bergabung dalam forum komunikasi masyarakat Pendeuy, Singajaya dan Banjarwangi, Pokmas Pensibar.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan, penanaman 10.000 pohon Mahoni itu akan membawa manfaat. Khususnya bagi warga masyarakat di tiga kecamatan tersebut, umumnya bagi dunia. Hutan di Indonesia ini merupakan paru-parunya dunia,\u201d pungkas Camat Singajaya. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT. Kelompok Masyarakat Peundeuy, Singajaya dan Banjarwangi melakukan penanaman 10.000 pohon Mahoni. Penanaman tersebut dimulai dari Kampung Lawang Angin Cikajang hingga ke Singajaya. Camat Singajaya, Heri Junaeri mengatakan, penanaman 1.000 pohon tersebut selain untuk penghijauan di sepanjang Jalan Lawang Angin hingga Singajaya juga untuk mengembalikan hutan yang sudah rusak karena alih fungsi. Sepanjang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":45666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-45664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}