{"id":45783,"date":"2017-04-05T10:38:06","date_gmt":"2017-04-05T03:38:06","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=45783"},"modified":"2017-04-05T10:38:06","modified_gmt":"2017-04-05T03:38:06","slug":"orang-gila-di-tasik-dievakuasi-ke-rsj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/04\/05\/orang-gila-di-tasik-dievakuasi-ke-rsj\/","title":{"rendered":"Orang Gila di Tasik Dievakuasi ke RSJ"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>. <\/strong>Manusia yang mengidap sakit jiwa sering terusir dan berada di sudut dunia yang jauh. Orang-orang yang mengidap sakit jiwa atau disebut orang gila sering dipandang sebelah mata oleh khalayak ramai sehingga keberadaannya terasingkan di dunia.<\/p>\n<p>Tapi, tidak yang dilakukan oleh Kapolsek Gunungtanjung, Polres Tasikmalaya Kota, Iptu E Sutisna Permana \u00a0yang memperlakukan orang gila dengan terhormat. Awal mulanya, ia mendapat laporan dari warga bahwa ada orang yang mengidap penyakit jiwa yang \u00a0diisolasi sebuah rumah di Kampung Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45787\" aria-describedby=\"caption-attachment-45787\" style=\"width: 437px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45787\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/evauasi-orang-gila-di-tasik-2-300x169.png\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"246\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45787\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah mendapat laporan tersebut, Kapolsek Gunungtanjung, bersama Kasi trantib Kecamatan\u00a0 Gunungtanjung, Kepala Desa Bojongsari\u00a0 dan Bhabinkamtibmas serta FKPM telah mendatangi warga yang diisolasi di ruangan khusus oleh keluarganya, Rabu (05\/03).<\/p>\n<p>Kapolsek Gunungtanjung mengatakan, ia mengaku perihatin dengan kondisi orang gila tersebut dalam keadaan yang kotor dan sangat memperihatinkan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45785\" aria-describedby=\"caption-attachment-45785\" style=\"width: 452px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45785\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/evauasi-orang-gila-di-tasik-4-300x169.png\" alt=\"\" width=\"452\" height=\"254\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45785\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cHal tersebut kita lakukan dalam upaya meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap permasalahan sosial di masyarakat, agar antara masayarakat dan Polisi selalu dekat dan harmonis,\u201d ujar Iptu E Sutisna Permana.<\/p>\n<p>\u201cKondisi ini dikarenakan kelurganya tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan ke dokter ahli jiwa, sedangkan jika dibiarkan berkeliaran akan meresahkan dan merusak barang-barang yang ditemuinya,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45784\" aria-describedby=\"caption-attachment-45784\" style=\"width: 427px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45784\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/evauasi-orang-gila-di-tasik-5-300x225.png\" alt=\"\" width=\"427\" height=\"320\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45784\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>Seorang diantaranya pernah dirawat di RSJ Cisarua Bandung kurang lebih 2 bulan, namun karena pengobatannya tidak sampai tuntas, orang tersebut kambuh kembali. Berkat koordinasi dengan pihak Puskesmas\u00a0 pemerintahan desa dan kecamatan serta difasilitasi pihak Masmedia yang ada kedekatan dengan pihak RSJ dan dimotori pihak Polsek.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45788\" aria-describedby=\"caption-attachment-45788\" style=\"width: 439px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45788\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/evauasi-orang-gila-di-tasik-1-300x225.png\" alt=\"\" width=\"439\" height=\"329\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45788\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cKemarin hari Jumat, baru satu orang yang sudah dikirim RSJ Cisarua Bandung, sedangkan yang berikutnya\u00a0 direncanakan 2 orang lagi karena kondisinya memprihatinkan,\u00a0 dalam waktu dekat akan segera dikirim kembali, sambil menunggu kelengkapan administrasinya dari Kades Bojongsari dan menunggu informasi tersedianya tempat rawat yang kosong,\u201d papar Kapolsek Gunungtanjung.<\/p>\n<figure id=\"attachment_45786\" aria-describedby=\"caption-attachment-45786\" style=\"width: 247px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-45786\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/evauasi-orang-gila-di-tasik-3-169x300.png\" alt=\"\" width=\"247\" height=\"438\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45786\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cYang sudah dikirim ke RSJ Komanah (43), warga Kapung Cilingga, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, ia mengidap sakit jiwa sejak usia sekira 20 tahun yang lalu. Sebelumnya\u00a0\u00a0Pihak keluarga dengan berat hati memasung\/kurung menggunakan batangan kayu disimpan dikebun karena kasihan &amp;\u00a0 meresahkan bagi waraga sekitarnya. Selanjutnya Usup (52) warga\u00a0\u00a0Kampung Kalangsari, Desa Bojongsari, Kecamatan Gunungtanjung, ia sudah\u00a0\u00a0pernah di bawa ke RSJ pada tahun\u00a0\u00a02014 yang silam,\u201d pungkasnya. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Manusia yang mengidap sakit jiwa sering terusir dan berada di sudut dunia yang jauh. Orang-orang yang mengidap sakit jiwa atau disebut orang gila sering dipandang sebelah mata oleh khalayak ramai sehingga keberadaannya terasingkan di dunia. Tapi, tidak yang dilakukan oleh Kapolsek Gunungtanjung, Polres Tasikmalaya Kota, Iptu E Sutisna Permana \u00a0yang memperlakukan orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":45788,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-45783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45783\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}