{"id":48349,"date":"2017-05-08T20:41:49","date_gmt":"2017-05-08T13:41:49","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=48349"},"modified":"2017-05-08T20:41:49","modified_gmt":"2017-05-08T13:41:49","slug":"jelang-ramadan-harga-bahan-pokok-melambung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/05\/08\/jelang-ramadan-harga-bahan-pokok-melambung\/","title":{"rendered":"Jelang Ramadan Harga Bahan Pokok Melambung"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>. <\/strong>Dua pekan jelang ramadan, harga kebutuhan di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus merangkak. Selain daging ayam, harga bumbu dapur seperti bawang putih dan cabai merah naik nyaris 100%.<\/p>\n<p>Seolah jadi hukum pasar, harga kebutuhan di Pasar Induk Cikurubuk alami kenaikan jelang Bulan Ramadan. Bahkan, beberapa komoditas naik cukup drastis mulai 40 hingga nyaris menembus angka 100%.<\/p>\n<p>Daging ayam boiler naik dari asalnya Rp 26.000 menjadi Rp 32.000 per Kg. Pedagang memprediksi semakin mendekati Bulan Ramadan, harga ayam akan menembus angka Rp 42.000 per Kg.<\/p>\n<p>Mereka mengaku terpaksa menaikan harga ayam karena sudah naik harga jualnya sejak dari peternak.<\/p>\n<p>\u201cHarga ayam, kenaikan yah biasa mau puasa barang dari petaninya naik,\u201d ujar Ahmad Jauhari, pedagang ayam di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, saat di tanya sejumlah wartawan, Senin (08\/05).<\/p>\n<figure id=\"attachment_48350\" aria-describedby=\"caption-attachment-48350\" style=\"width: 470px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-48350\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/pasar-cikurubuk-300x169.png\" alt=\"\" width=\"470\" height=\"265\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/pasar-cikurubuk-300x169.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/pasar-cikurubuk-125x70.png 125w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/pasar-cikurubuk-75x42.png 75w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/05\/pasar-cikurubuk.png 711w\" sizes=\"(max-width: 470px) 100vw, 470px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48350\" class=\"wp-caption-text\">foto: andri\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cBiasanya hampir setiap tahun kalau mendekati puasa bisa 38, 40 kadang bisa 42 ribu rupiah per Kg, dengan harga naik para pembeli jadi berkurang,\u201d lanjut Ahmad.<\/p>\n<p>Harga bumbu dapur seperti bawang putih dan cabai merah juga naik drastis. Harga bawang putih naik dari asalnya 30 kini menjadi 55 ribu rupiah per Kg. Sementara harga cabai merah naik dari 30 ribu menjadi 50 ribu rupiah per Kg.<\/p>\n<p>\u201cSaya beli daging ayam sekarang ada kenaikan biasanya 26 sekarang 33 ribu, yah biasalah kalo bagi saya mah cukup \u00a0berat, cuma gimana lagi da kebutuhan,\u201d keluh Taufik (33) warga Sambong salah satu pembeli di Pasar Cikurubuk.<\/p>\n<p>Kenaikan harga pangan ini terus terjadi meski pemerintah membentuk Satgas Ketahanan Pangan. Ironisnya lagi, belum banyak pedagang maupun pembeli yang mengetahui adanya Satgas Ketahanan Pangan.<\/p>\n<p>Selain berharap pemerintah menekan harga kebutuhan jelang puasa, masyarat juga meminta agar pemerintah menindak oknum pedagang dan spekulan nakal yang menyebabkan harga naik. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dua pekan jelang ramadan, harga kebutuhan di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus merangkak. Selain daging ayam, harga bumbu dapur seperti bawang putih dan cabai merah naik nyaris 100%. Seolah jadi hukum pasar, harga kebutuhan di Pasar Induk Cikurubuk alami kenaikan jelang Bulan Ramadan. Bahkan, beberapa komoditas naik cukup drastis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":48350,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-48349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48349\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}