{"id":50106,"date":"2017-06-10T12:17:16","date_gmt":"2017-06-10T05:17:16","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=50106"},"modified":"2017-06-10T12:17:16","modified_gmt":"2017-06-10T05:17:16","slug":"garuda-terus-merugi-pengamat-sarankan-efisiensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/06\/10\/garuda-terus-merugi-pengamat-sarankan-efisiensi\/","title":{"rendered":"Garuda Terus Merugi, Pengamat Sarankan Efisiensi"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\"><strong>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL.<\/strong> Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio meminta adanya efisiensi pada jajaran direksi perusahaan Garuda Indonesia (Persero).\u00a0 Hal ini menyusul isu kebangkrutan maskapai penerbangan milik BUMN yang mengalami kerugian mendalam pada kuartal pertama di tahun ini.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">\u201cJajaran direksinya sangat tidak efisien 9 orang.\u00a0 Buat apa? Perusahaan sedang rugi,\u201d ujar Agus saat dikonfirmasi di pesan singkat (9\/6).<br \/>\nAgus juga menyoroti status Garuda sebagai perusahaan yang terdaftar di lantai bursa bisa diberhentikan izin usahanya karena melanggar peraturan perihal pengangkatan direksi.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">\u201cCASR \u00a0(Civil Aviation Safety Regulation) atau PKPS (Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil) \u00a0menyebutkan bahwa Direktur Operasi dan Direktur Teknik adalah bagian dari Board, bukan pejabat Direktur. Garuda bisa di stop perdagangannya di lantai bursa, karena selain mengenyampingkan aturan keselamatan dalam CASR juga jelas pengangkatan Direktur diluar RUPS adalah pelanggaran terhadap POJK \u00a0Nomor 33 Tahun 2014\u201d ucap Agus.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">Sebelumnya Agus juga menyampaikan pendapat bahwa sangat krusial bagi suatu maskapai untuk menyusun personelnya sesuai dengan persyaratan yang dituangkan dalam CASR 121.59 dan 121.61 yang mengatur tentang syarat syarat minimum personel manajemen dan kualifikasi personel. \u201cIni pemerkosaan terhadap regulasi\u201d pungkas Agus.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">Kondisi kerugian yang dialami Garuda, kata Agus diperparah oleh beberapa faktor seperti pembukaan bandara internasional yang sangat banyak, kenaikan harga avtur yang cukup tinggi, serta proses birokrasi yang panjang.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">&#8220;Pembukaan bandara internasional sangat banyak, kemudian harga avtur mahal, birokrasi panjang, dan hutang kerugian yang besar.\u00a0 Kemudian banyak jenis pesawat yang digunakan sehingga M&amp;O mahal,\u201d jelas Agus.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">Sedangkan mengenai hutang Garuda Indonesia yang mencapai Rp. 39,6 Triliun pada tahun ini, Agus menyarankan agar Garuda Indonesia merestrukturisasi hutang atau menjual sahamanya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">\u201cGaruda Indonesia kan perusahaan publik, untuk masalah hutang paling restrukturisasi hutang atau jual saham kurangi saham pemerintah,\u201d simpul Agus.<\/p>\n<p style=\"margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;\">Seperti diwartakan sebelumnya \u00a0omzet Garuda Indonesia menyusut pada triwulan II 2016 lalu sebesar 63.190,972 dolar Amerika.\u00a0 Sedangkan pada tiga bulan pertama 2017, perusahaan penerbangan milik negara ini mengalami kerugian cukup mendalam sekitar Rp. 1,31 triliun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio meminta adanya efisiensi pada jajaran direksi perusahaan Garuda Indonesia (Persero).\u00a0 Hal ini menyusul isu kebangkrutan maskapai penerbangan milik BUMN yang mengalami kerugian mendalam pada kuartal pertama di tahun ini. \u201cJajaran direksinya sangat tidak efisien 9 orang.\u00a0 Buat apa? Perusahaan sedang rugi,\u201d ujar Agus saat dikonfirmasi di pesan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":49777,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[36],"class_list":["post-50106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}