{"id":50430,"date":"2017-06-16T16:23:40","date_gmt":"2017-06-16T09:23:40","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=50430"},"modified":"2017-06-16T16:52:26","modified_gmt":"2017-06-16T09:52:26","slug":"diancam-foto-bugilnya-tersebar-warga-pangandaran-diperas-jutaan-rupiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/06\/16\/diancam-foto-bugilnya-tersebar-warga-pangandaran-diperas-jutaan-rupiah\/","title":{"rendered":"Diancam Foto Bugilnya Tersebar, Warga Pangandaran Diperas Jutaan Rupiah"},"content":{"rendered":"<p><strong style=\"font-size: 16px\">wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN.<\/strong><span style=\"font-size: 16px\"> Seorang guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pangandaran, mengaku menjadi korban pemerasan setelah berkenalan dengan Hendrha Dratayha di media sosial (medsos) facebook.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-50431\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/516201716194-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/516201716194-300x169.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/516201716194-768x432.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/516201716194-125x70.jpg 125w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/516201716194-75x42.jpg 75w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/06\/516201716194.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Korban berinisial S mengatakan, pemerasan yang terjadi berawal dari perkenalannya dengan pemilik akun facebook bernama Hendrha Dratayha beberapa hari lalu.<\/p>\n<p>Dari perkenalan tersebut terjalin komunikasi antara mereka hingga korban percaya bahwa pemeras pemilik akun tersebut dapat mengobati dari jarak jauh melalui sambungan telepon.<\/p>\n<p>&#8220;Maka ketika saya dimintai nomor telepon, langsung saya diberikan tanpa pikir panjang lagi,&#8221;ujarnya, Jumat (16\/6\/2017).<\/p>\n<p>Korban mengaku seperti terhipnotis setelah berkomunikasi melalui handphone sehingga tanpa sadar melakukan selfie\u00a0dengan kondisi bugil.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah foto bugil saya dikirim ke\u00a0inbox\u00a0Facebook Hendrha Dratayha. Namun tak lama berselang dia meminta uang Rp.1 juta dengan cara ditransfer,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Akhirnya, korban mengirim uang Rp1 juta ke nomor rekening BRI 56901015073539 atas nama Yolan Aditiya Cabang Margorejo 46 Metro Selatan Kota.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi setelah dikirim uang Rp1 juta, akun Facebook Hendrha Dratayha meminta lagi tambahan uang Rp5 juta, jika saya tidak mengirim uang dia mengancam akan menyebar foto bugil saya di Facebook,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Tidak lama dari ancaman tersebut, foto bugil milik korban tersebar luas di Facebook menggunakan akun Yulia.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kaget setelah mengetahui foto bugil saya tersebar di Facebook dan ramai diperbincangkan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px\">Berdasarkan pengakuannya, akun Facebook Hendrha Dratayha tersebut mengaku salah satu anggota TNI dari Yonif 144 Curug Bengkulu berpangkat Kopral.<\/span><\/p>\n<p>&#8220;Saya mohon jika benar akun Facebook Hendrha Dratayha merupakan anggota TNI, untuk ditindak dan diberi sanksi,&#8221;harapnya. (<strong>Iwan Mulyadi\/WP<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Seorang guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pangandaran, mengaku menjadi korban pemerasan setelah berkenalan dengan Hendrha Dratayha di media sosial (medsos) facebook. Korban berinisial S mengatakan, pemerasan yang terjadi berawal dari perkenalannya dengan pemilik akun facebook bernama Hendrha Dratayha beberapa hari lalu. Dari perkenalan tersebut terjalin komunikasi antara mereka hingga korban [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":50431,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6],"class_list":["post-50430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}