{"id":56624,"date":"2017-09-16T23:20:04","date_gmt":"2017-09-16T16:20:04","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=56624"},"modified":"2017-09-16T23:20:04","modified_gmt":"2017-09-16T16:20:04","slug":"rumah-seorang-nenek-di-tasik-ludes-dilalap-si-jago-merah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/09\/16\/rumah-seorang-nenek-di-tasik-ludes-dilalap-si-jago-merah\/","title":{"rendered":"Rumah Seorang Nenek di Tasik Ludes Dilalap Si Jago Merah"},"content":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, <strong>BERITA TASIKMALAYA. <\/strong>Kebakaran menghanguskan sebuah \u00a0rumah di Kampung Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (16\/09\/2017) petang tadi. Rumah yang berada di kawasan padat penduduk \u00a0itu milik Sahili (75) dan Iyah (70). Keduanya merupakan suami dan istri.<\/p>\n<p>&#8220;Kita terima laporan kebakaran pada sore \u00a0tadi. Kejadian kebakaran tersebut diduga berasal dari tungku yang terbuat dari batu bata dengan bahan bakar kayu,&#8221; kata Danru Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, Zaenal Aripin saat ditanya\u00a0 sejumlah wartawan di lokasi kejadian.<\/p>\n<p>Ia menceritakan, sebelum kejadian nenek Iyah memasak air dengan tungku dan bahan bakar kayu di dapur. \u201cIyah lalu pergi ke masjid \u00a0untuk melakasanakan pengajian rutin dengan meninggalkan tungku masih menyala,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-56625 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/kebakaran-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"508\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/kebakaran-300x225.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/kebakaran-125x94.jpg 125w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/kebakaran-75x56.jpg 75w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/kebakaran.jpg 533w\" sizes=\"(max-width: 508px) 100vw, 508px\" \/><\/p>\n<p>Dikarenakan rumah korban berada di gang-gang sempit, jadi mobil pemadam kebakaran sulit untuk memadamkan api tersebut. Sedikitnya dua pemadam kebakaran milik Pemerintahan Kota Tasikmalaya diterjunkan untuk memadamkan api yang melalap habis rumah tersebut.<\/p>\n<p>Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka. Hanya saja rumah tersebut rata dengan tanah akibat kebakaran tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu salah seorang warga, Ruswita mengatakan, beruntung Wa Ili berhasil dievakuasi warga ke tempat aman. \u201cSedangkan istrinya Wa Iyah sedang pergi menghadiri pengajian rutin,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Pada saat itu tiba-tiba saya melihat api menyala di ruang dapur korban. Saat itu saya berada di rumah sebelah\u00a0dan saya kaget kemudian keluar,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Saat itu api sudah besar dan membakar bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tembok ini.<\/p>\n<p>Melihat itu, dirinya meminta tolong warga \u00a0yang lain untuk memadamkan api yang makin besar karena tiupan angin kencang. Api pun dengan cepat merembet ke bagian atap rumah.<\/p>\n<p>Dengan peralatan yang seadanya, warga sekitar berusaha untuk memadamkan api. Namun, si jago merah tetap membara hingga menghanguskan rumah korban hingga rata dengan tanah. Tidak lama setelah petugas pemadam kebakaran datang, api berhasil dijinakkan.<strong> (Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran menghanguskan sebuah \u00a0rumah di Kampung Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (16\/09\/2017) petang tadi. Rumah yang berada di kawasan padat penduduk \u00a0itu milik Sahili (75) dan Iyah (70). Keduanya merupakan suami dan istri. &#8220;Kita terima laporan kebakaran pada sore \u00a0tadi. Kejadian kebakaran tersebut diduga berasal dari tungku yang terbuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":56625,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-56624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}