{"id":57899,"date":"2017-09-27T04:21:33","date_gmt":"2017-09-26T21:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=57899"},"modified":"2017-09-27T04:21:33","modified_gmt":"2017-09-26T21:21:33","slug":"gara-gara-kasus-ini-pemerintah-berhentikan-djaali-sebagai-rektor-unj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/09\/27\/gara-gara-kasus-ini-pemerintah-berhentikan-djaali-sebagai-rektor-unj\/","title":{"rendered":"Gara-Gara Kasus Ini, Pemerintah Berhentikan Djaali Sebagai Rektor UNJ"},"content":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, PRESS RELEASE.\u00a0Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memutuskan pemberhentian Djaali sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).<\/p>\n<div dir=\"auto\">Pencopotan dari jabatan rektor terkait kasus plagiasi pada program pasca sarjana UNJ. Kemenristekdikti telah membentuk Tim Independen untuk mendalami temuan sebelumnya oleh Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA).<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Selanjutnya, Tim Independen telah membenarkan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perkuliahan pasca sarjana UNJ, khususnya dalam kelas kerjasama dengan Pemda Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itupun memperkuat temuan Tim EKA soal plagiasi atas disertasi Mantan Gubernur Sultra Nur Alam (kini status tersangka KPK) dan beberapa mahasiswa doktor yang juga pejabat asal Sultra.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Ketua Tim Independen Ali Ghufron Mukti mengungkapkan Kemenristekdikti telah memberhentikan status rektor. \u201cSehingga Pak Djaali sudah tidak lagi menjabat,\u201d katanya kepada para wartawan, Selasa (26\/9\/2017).<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Kemenristekdikti pun menyiapkan pelaksana tugas sementara untuk menjabat rektor UNJ. \u201cSampai nanti ada rektor definitif,\u201d tegas Ali.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dia menjelaskan Kemenristekdikti berkewajiban melakukan pembenahan dari sisi akademik dan non akademik yang menyebabkan kasus plagiasi muncul. \u201cLebih detilnya, nanti Pak Menteri [Nasir] akan menjelaskan ke publik,\u201d ungkapnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sementara itu, Juru bicara Forum Alumni (Forluni) UNJ Ide Bagus Arif menanggapi keputusan Kemenristekdikti sudah cukup sesuai. Hanya saja, lanjutnya, kementerian harus terus memproses kasus yang membelit Rektor UNJ Djaali.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cSebab pada masa kepemimpinannya, muncul tindak pidana plagiasi tersebut, kasus serius tersebut harus dituntaskan,\u201d tegasnya dalam keterangan tertulis.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Lebih lanjut, Ide mengungkapkan kejadian di UNJ merupakan momentum bagi Kemenristekdikti menggali akar masalah di lingkungan perguruan tinggi. \u201cHarus ada evaluasi sistem dan perundangan pendidikan tinggi,\u201d katanya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Ide Bagus menyebutkan dicopotnya Djaali dari jabatan Rektor UNJ tidak menghilangkan status hukumnya sebagai pejabat yang pada masa kepemimpinannya terjadi tindak pidana.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Kemenristekdikti harus \u00a0memproses lebih lanjut kasus yang membelit Djaali. &#8220;Plagiarisme harus dituntaskan. Pencopotan Djaali hanya permulaan, nanti kita dorong pemerintah untuk mengevaluasi semua jajaran pimpinan di UNJ, dari rektorat hingga fakultas dan program pendidikan,&#8221;pungkasnya<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, PRESS RELEASE.\u00a0Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memutuskan pemberhentian Djaali sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pencopotan dari jabatan rektor terkait kasus plagiasi pada program pasca sarjana UNJ. Kemenristekdikti telah membentuk Tim Independen untuk mendalami temuan sebelumnya oleh Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA). Selanjutnya, Tim Independen telah membenarkan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perkuliahan pasca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":57900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4447],"tags":[36],"class_list":["post-57899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release","tag-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57899"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57899\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}