{"id":58160,"date":"2017-09-28T15:30:55","date_gmt":"2017-09-28T08:30:55","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=58160"},"modified":"2017-09-28T17:23:47","modified_gmt":"2017-09-28T10:23:47","slug":"derita-korban-kebakaran-di-ciamis-kini-terbujur-lemah-tak-berdaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/09\/28\/derita-korban-kebakaran-di-ciamis-kini-terbujur-lemah-tak-berdaya\/","title":{"rendered":"Derita Korban Kebakaran di Ciamis, Kini terbujur Lemah Tak Berdaya"},"content":{"rendered":"<p><strong style=\"font-size: 16px\">wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0<\/strong><span style=\"font-size: 16px\">Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ini salah satu istilah yang pas kepada pasangan suami istri tua di Dusun Karangampel, RT 23 RW 07 Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis.\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 16px\">Pasangan suami istri yang sudah tua ini terbujur sakit. Keduanya sulit untuk berjalan, karena kondisi fisiknya yang sudah tua, jangankan berjalan untuk berdiripun kesulitan.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-58161\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035.jpg 1280w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035-300x225.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035-768x576.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035-125x94.jpg 125w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/IMG-20170928-WA0035-75x56.jpg 75w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Derita \u00a0Ojo (75) dan istrinya bermula, pada Kamis (07\/09) tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB. Saat Si jago merah datang secara tiba-tiba\u00a0<span style=\"font-size: 16px\">Ojo yang sedang terbaring sakit dan tidak bisa berjalan. Saat itu sedang tertidur pulas di tengah rumah. Karena tidak bisa berjalan apalagi berlari dirinya terbakar dan mengalami luka di bagian tangan kanan dan paha juga kakinya.<\/span><\/p>\n<p>Sampai saat ini, luka bakarnya pun belum sembuh. Untuk berobat, anak perempuannya yang sudah berumahtangga sering memanggil mantri untuk mengobati luka bakar ayahnya.<\/p>\n<p>Istri korban, juga sama terkujur sakit. Matanya kurang melihat dengan jelas, untuk berdiri saja cukup sulit. Namun, beruntung saat kejadian dan api sedang menerjang ganas, sepasang pasangan tua tersebut berhasil dibawa keluar oleh warga walaupun istri korban terbakar sedikit di bagian rambut.<\/p>\n<p>Api bisa dipadamkan setelah warga berdatangan membantu memadamkan api, dengan menggunakan alat seadanya dan air seadanya. Namun beruntung, api bisa padam sehingga tidak merambat terlalu banyak menghanguskan ruangan.<\/p>\n<p>Saat meninjau kondisi terkujur lemah tak berdaya sambil menahan sakit perih akibat luka bakar tersebut. Ditaksir kerugian sekitar Rp.10 juta, kebakaran menghanguskan bangunan rumah, tv, kursi dan perabotan. (<strong>Pujitio\/wp)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ini salah satu istilah yang pas kepada pasangan suami istri tua di Dusun Karangampel, RT 23 RW 07 Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis.\u00a0Pasangan suami istri yang sudah tua ini terbujur sakit. Keduanya sulit untuk berjalan, karena kondisi fisiknya yang sudah tua, jangankan berjalan untuk berdiripun kesulitan. Derita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":58161,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[6],"class_list":["post-58160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58160"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58160\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}