{"id":58370,"date":"2017-09-30T02:42:33","date_gmt":"2017-09-29T19:42:33","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=58370"},"modified":"2017-09-30T02:42:33","modified_gmt":"2017-09-29T19:42:33","slug":"gara-gara-dicerai-wanita-di-tasikmalaya-ini-melakukan-hal-nekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/09\/30\/gara-gara-dicerai-wanita-di-tasikmalaya-ini-melakukan-hal-nekat\/","title":{"rendered":"Gara-Gara Dicerai, Wanita di Tasikmalaya Ini Melakukan Hal Nekat"},"content":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Seorang wanita di Tasikmalaya mengaku melakukan hal nekat lantaran putus asa dicerai oleh suaminya. Sebut saja namanya bunga. Wanita berusia 23 tahun ini menceritakan kekecewaannya di hadapan petugas pada hari Jumat (29\/09), malam.<\/p>\n<p>Bunga berasal dari Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dari hasil pernikahannya yang berujung pada perceraian, ia dikarunia seorang anak. Sejak berpisah dengan suami, ia sendirian membesarkan buah hatinya yang baru berusia satu tahun.<\/p>\n<p>\u201cSaya putus asa, kecewa karena dicerai suami,\u201d terang Bunga.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-58372 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/wanita-di-tasikmalaya-300x169.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/wanita-di-tasikmalaya-300x169.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/wanita-di-tasikmalaya-125x70.png 125w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/wanita-di-tasikmalaya-75x42.png 75w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/09\/wanita-di-tasikmalaya.png 710w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Pengakuan Bunga disampaikan di hadapan petugas\u00a0Satpol PP Kota Tasikmalaya, yang menangkap dirinya di kawasan Jalan Ir. H. Djuanda Kota Tasikmalaya.<\/p>\n<p>\u201cSaya nekat melakukan ini karena bingung, mencari kerja sulit, sementara anak saya harus hidup,\u201d tambah Bunga, seraya menutupi wajah dengan jemarinya.<\/p>\n<p>Bunga mengaku nekat memilih jalan pintas demi mendapatkan uang. Kepada petugas, ia terus terang berprofesi sebagai pekerja seks komersial.<\/p>\n<p>\u201cBukan hanya anak saya, hidup keluarga saya juga mengandalkan saya,\u201d tambah Bunga. Berulang kali ia mengaku sangat kecewa atas perlakuan suami yang menceraikan dirinya.<\/p>\n<p>Bunga mengaku sudah menjalani profesi nekatnya itu selama satu tahun. Awalnya, ia hanya ikut numpang di kost-an teman sekampungnya, dengan maksud mencari kerja di Kota Tasikmalaya. Atas saran temannya itulah, Bunga kemudian terjun ke dunia hitam, mengais rejeki dengan melayani nafsu lelaki hidung belang.<\/p>\n<p>\u201cSaya sering ingat anak saya di kampung, tapi bagaimana lagi, saya sulit dapat uang,\u201d pungkasnya. (Andri\/WP)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Seorang wanita di Tasikmalaya mengaku melakukan hal nekat lantaran putus asa dicerai oleh suaminya. Sebut saja namanya bunga. Wanita berusia 23 tahun ini menceritakan kekecewaannya di hadapan petugas pada hari Jumat (29\/09), malam. Bunga berasal dari Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dari hasil pernikahannya yang berujung pada perceraian, ia dikarunia seorang anak. Sejak berpisah dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":58372,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-58370","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58370","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58370"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58370\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}