{"id":59948,"date":"2017-10-08T19:33:31","date_gmt":"2017-10-08T12:33:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=59948"},"modified":"2017-10-08T19:44:02","modified_gmt":"2017-10-08T12:44:02","slug":"hebor-warga-indonesia-transfer-dana-belasan-triliun-ke-bank-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/10\/08\/hebor-warga-indonesia-transfer-dana-belasan-triliun-ke-bank-singapura\/","title":{"rendered":"Heboh, Warga Indonesia Transfer Dana Belasan Triliun ke Bank Singapura"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA INTERNASIONAL<\/strong>. Regulator keuangan di Eropa dan Asia Tengah sedang menyelidiki Standard Chartered terkait data transfer yang terbilang fantastis.<\/p>\n<p>Akhir tahun 2015 seorang nasabah asal Republik Indonesia memindahkan dana sebesar Rp. 18,9 Triliun dari Guernsey, Inggris ke Singapura. Proses pindah dana tersebut terjadi sebelum Guernsey menerapkan peraturan pelaporan global untuk data pajak (<em>Common Reporting Standard) <\/em>atau di kenal dengan <em>AeoL(Automatic Exchange of Information)<\/em>, di awal 2016.<\/p>\n<p>Standard Chartered tengah diperiksa, namun pihak regulator keuangan belum menyebutkan apakah karyawan bank berkolusi dengan nasabah untuk menghindari pajak.<\/p>\n<p><em>Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, perpindahan dana sebesar Rp 18,9 triliun dari Guernsey ke Singapura itu dilakukan untuk menghindari keterbukaan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan yang akan dilakukan oleh negara-negara di Eropa.<\/em><\/p>\n<p><em>&#8220;Saya lihat ini konteksnya mau menghindari AEoI (Automatic Exchange of Information) ya. Ini kan karena Guernsey sudah menerapkan AEoI, sebagai bagian dari Inggris, maka khawatir (si nasabah) kalau nanti bertukar informasi dengan Indonesia,&#8221; katanya kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (7\/10\/2017).<\/em><\/p>\n<p><em>Nasabah memilih untuk memindahkan dananya ke Singapura karena dinilai lebih fleksibel dan dapat menyamarkan kepemilikan karena Singapura dinilai lebih protektif dalam hal data nasabah.<\/em><\/p>\n<p>Wajarkah transfer dalam jumlah sebanyak itu?<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif <em>Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), <\/em>Yustinus Prastowo, menjelaskan perpindahan dana nilai triliunan memang bisa dilakukan oleh nasabah pribadi, namun bisa memicu kecurigaan pihak bank.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya transfer sebesar itu bisa dilakukan (atas nama pribadi). Tapi kan profilenya mencurigakan,\u201d kata Prastowo kepada detikFinance.<\/p>\n<p>Prastowo menambahkan lagi, menurutnya ada dua kemungkinannya jika transfer sebesar itu dilakukan oleh pribadi. Pertama, orang tersebut adalah seorang pengusaha yang sangat kaya. Kedua, dana tersebut hasil tindak kejahatan.<\/p>\n<p>\u201cKalau <em>company <\/em>kan wajar ya dia misalnya uang dipindahkan. Kalau orang pribadi kan transfer uang triliunan itu kemungkinannya hanya dua, dia pengusaha yang sangat kaya atau dia multikoruptor. Kemungkinannya kan cuma dua itu. Kalau orang pribadi kan kalau usahanya benar ngapain harus sembunyi-sembunyi. Jadi sangat janggal,\u201d lajutnya<\/p>\n<p>Menrut pengakuan Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi, identitas nasabah sudah diketahui berdasarkan laporan dari nasabah itu sendiri, namun Ken tak mau mengungkapkannya.<\/p>\n<p>&#8220;Oh nggak boleh,&#8221; ujar Ken.<\/p>\n<p>Sementara <em>Financial Times<\/em> mengungkapkan bahwa ada keterkaitan dengan pihak militer.<\/p>\n<p>Karyawan bank khawatir transfer nasabah Indonesia kemungkinan memerlukan pemeriksaan lebih rinci karena mereka memiliki kaitan dengan militer dan memiliki aset bernilai puluhan juta dolar, namun pendapatan tahunan mereka hanya puluhan ribu dolar&#8221;<\/p>\n<p>Lalu siapakah orang Indonesia Terkaya yang kira-kira melakukan Transfer pada tahun 2015 tersebut?<\/p>\n<p>Berikut data 50 orang terkaya di Republik Indonesia tahun 2015 versi Forbes:<br \/>\n1. Keluarga Hartono : 15,4 miliar dollar AS, Djarum<br \/>\n2. Susilo Wonowidjojo : 5,5 miliar dollar AS, tembakau<br \/>\n3. Anthoni Salim : 5,4 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n4. Eka Tjipta Widjaja : 5,3 miliar dollar AS, minyak kelapa sawit<br \/>\n5. Chairul Tanjung : 4,8 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n6. Sri Prakash Lohia : 4,7 miliar dollar AS, polyester<br \/>\n7. Bachtiar Karim : 3,3 miliar dollar AS, manufaktur<br \/>\n8. Boenjamin Setiawan : 3 miliar dollar AS, farmasi<br \/>\n9. Mochtar Riady : 2,2 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n10. Tahir : 2 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n11. Peter Sondakh : 1,9 miliar dollar AS, investasi<br \/>\n12. Kusnan dan Rusdi Kirana : 1, 88 miliar dollar AS, maskapai penerbangan<br \/>\n13. Murdaya Poo : 1.85 miliar dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n14. Putera Sampoerna : 1,65 dollar AS, investasi<br \/>\n15. Eddy Kusnadi Sariaatmadja : 1,6 miliar dollar AS, media dan teknologi<br \/>\n16. Ciputra : 1,5 miliar dollar AS, real estate<br \/>\n17. Eddy Katuari : 1,45 miliar dollar, consumer goods<br \/>\n18. Eka Tjandranegara : 1,4 miliar dollar AS, real estate<br \/>\n19. Kuncoro Wibowo : 1,38 miliar dollar AS, ritel<br \/>\n20. Theodore Rachmat : 1,35 miliar dollar AS, bisnis terdiverdifikasi<br \/>\n21. Ciliandra Fangiono : 1,3 miliar dollar AS, minyak kelapa sawit<br \/>\n22. Djoko Susanto : 1,2 miliar dollar AS, ritel<br \/>\n23. Husodo Angkosubroto : 1,1 miliar dollar AS, agribisnis, properti, asuransi<br \/>\n24. Achmad Hamami : 1,15 miliar dollar AS, alat berat<br \/>\n25. Martua Sitorus : 1,13 miliar dollar AS, minyak kelapa sawit<\/p>\n<ol start=\"26\">\n<li>Soegiarto Adikoesoemo : 1,08 miliar dollar AS, kimia<br \/>\n27. Low Tuck Kwong : 1,05 miliar dollar AS, batu bara<br \/>\n28. Hary Tanoesoedibjo : 1 miliar dollar AS, media<br \/>\n29. Purnomo Prawiro : 990 juta dollar AS, taksi<br \/>\n30. Rasyid Abdul : 975 juta dollar AS, kayu<br \/>\n31. Harjo Sutanto : 970 juta dollar AS, consumer goods<br \/>\n32. Husain Djojonegoro : 950 juta dollar ASm consumer goods<br \/>\n33. Edwin Soeryadjaya : 930 juta dollar AS, batu bara, investasi<br \/>\n34 . Sukanto Tanoto : 880 juta dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n35. Aksa Mahmud : 850 juta dollar AS, semen<br \/>\n36. Alexander Tedja : 825 juta dollar AS, real estate<br \/>\n37. Hashim Djojohadikusumo : 750 juta dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n38. Kartini Muljadi : 715 dollar AS, farmasi<br \/>\n39. Benny Subianto : 710 juta dollar AS, batu bara, investasi<br \/>\n40. Sudhamek : 665 juta dollar AS, consumer goods<br \/>\n41 . Lim Hariyanto Wijaya Sarwono : 660 juta dollar AS, minyak kelapa sawit<br \/>\n42. Garibaldi Thohir : 605 juta dollar AS, batu bara<br \/>\n43 . Osbert Lyman : 600 juta dollar AS, properti<br \/>\n44. Jogi Hendra Atmadja : 590 juta dollar AS, consumer goods<br \/>\n45. Iwan Lukminto : 540 juta dollar AS, tekstil<br \/>\n46 . Sjamsul Nursalim : 470 juta dollar AS, ban, ritel<br \/>\n47. Irwan Hidayat : 460 juta dollar AS, jamu<br \/>\n48. Arifin Panigoro : 450 juta dollar AS, minyak<br \/>\n49. The Ning King : 410 juta dollar AS, bisnis terdiversifikasi<br \/>\n50. Soetjipto Nagaria : 400 juta dollar AS, real estate<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Berbagai Sumber<\/strong><\/p>\n<p><strong>(Pandu Adjie K. \/ WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA INTERNASIONAL. Regulator keuangan di Eropa dan Asia Tengah sedang menyelidiki Standard Chartered terkait data transfer yang terbilang fantastis. Akhir tahun 2015 seorang nasabah asal Republik Indonesia memindahkan dana sebesar Rp. 18,9 Triliun dari Guernsey, Inggris ke Singapura. Proses pindah dana tersebut terjadi sebelum Guernsey menerapkan peraturan pelaporan global untuk data pajak (Common Reporting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":59949,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[249],"tags":[36],"class_list":["post-59948","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional","tag-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59948","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59948"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59948\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}