{"id":60585,"date":"2017-10-13T11:35:56","date_gmt":"2017-10-13T04:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=60585"},"modified":"2017-10-13T11:35:56","modified_gmt":"2017-10-13T04:35:56","slug":"wakil-bupati-garut-bantah-rsud-tak-miliki-anggaran-tangani-anak-yang-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/10\/13\/wakil-bupati-garut-bantah-rsud-tak-miliki-anggaran-tangani-anak-yang-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella\/","title":{"rendered":"Wakil Bupati Garut Bantah RSUD Tak Miliki Anggaran Tangani Anak yang Lumpuh Setelah Diimunisasi Rubella"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA GARUT.<\/strong> Kasus Kinanti, seorang anak \u00a0yang mengalami kelumpuhan setelah diimunisasi Rubella mendapat tanggapan dari Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman. Anakyang masih berusia 7 tahun itu terbaring di ruang Mutiara RSUD Garut.<\/p>\n<p>Kinanti oleh pihak RSUD Garut dirujuk ke RSHS Bandung, dikarenakan RSUD Garut tidak memiliki peralatan medis yang lengkap. Selain itu obat-obatan yang dibutuhkan Kinanti harganya puluhan juta. Untuk itu pihak RSUD Garut sengaja\u00a0merujuk Kinanti untuk dirawat di RSHS sebab tidak ada anggaran.<\/p>\n<figure id=\"attachment_60586\" aria-describedby=\"caption-attachment-60586\" style=\"width: 492px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-60586\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/anak-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella-300x203.jpg\" alt=\"\" width=\"492\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/anak-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella-300x203.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/anak-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella-125x85.jpg 125w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/anak-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella-75x51.jpg 75w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/anak-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella-110x75.jpg 110w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/10\/anak-lumpuh-setelah-diimunisasi-rubella.jpg 590w\" sizes=\"(max-width: 492px) 100vw, 492px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60586\" class=\"wp-caption-text\">Kinanti terbaring lemah di ruang perawatan RSUD Garut.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Perlakuan RSU Garut mendapat reaksi keras, baik dari Bupati Ruddy Gunawan, Ketua DPRD dan Wakiil Bupati garut. Bahkan Bupati maupun Wakil Bupati Garut membantah, kalau RSU Garut tidak memiliki anggaran untuk membiayai Kinanti. Penanganan medis kata Helmi, harus melalui beberapa tahapan. \u201cNamun untuk kasus Kinanti, pihak Pemkab Garut sudah menyiapkan upaya untuk membawanya ke RSHS Bandung,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cUntuk (palayanan) kesehatan itu kan ada tahapannya, pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Dan untuk kasus Kinanti, berdasarkan laporan yang bersangkutan harus mendapatkan tindakan medis dari RSHS.\u00a0 Sebab RSHS merupakan salah satu RS rujukan yang memiliki fasilitas dan obat-obatan yang cukup tidak seperti di RSUD dr. Slamet,\u201d terang Helmi.<\/p>\n<p>Adapun terkait pernyataan bahwa pihak RSU dr. Slamet Garut tidak memiliki anggaran, Helmi mengatakan permasalahannya bukan urusan dana tapi tenaga ahli. Hanya karena saat ini tempat dan jadwal di RSHS sedang penuh, sehingga pasien Kinanti untuk sementara di rawat dulu di RSU dr. Slamet. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT. Kasus Kinanti, seorang anak \u00a0yang mengalami kelumpuhan setelah diimunisasi Rubella mendapat tanggapan dari Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman. Anakyang masih berusia 7 tahun itu terbaring di ruang Mutiara RSUD Garut. Kinanti oleh pihak RSUD Garut dirujuk ke RSHS Bandung, dikarenakan RSUD Garut tidak memiliki peralatan medis yang lengkap. Selain itu obat-obatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":60586,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3],"class_list":["post-60585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60586"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}