{"id":60712,"date":"2017-10-15T12:02:41","date_gmt":"2017-10-15T05:02:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=60712"},"modified":"2017-10-15T21:20:09","modified_gmt":"2017-10-15T14:20:09","slug":"jasa-tukang-foto-keliling-di-pantai-pangandaran-makin-tergerus-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/10\/15\/jasa-tukang-foto-keliling-di-pantai-pangandaran-makin-tergerus-zaman\/","title":{"rendered":"Jasa Tukang Foto Keliling di Pantai Pangandaran Makin Tergerus Zaman"},"content":{"rendered":"<div align=\"left\">\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>wartapriangan.com. BERITA PANGANDARAN<\/strong>. Seperti juga pekerjaan lain, profesi tukang foto keliling jika dilakoni dengan tekad dan keikhlasan bisa menghasilkan dan mencukupi kebutuhan hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Buktinya, profesi ini tidak lekang dimakan zaman. Meskipun saat ini semua orang dapat menjadi fotografer karena didukung oleh kamera handphone yang semakin canggih.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Jasa fotografer keliling di tempat wisata tak lagi begitu diminati. Profesi ini seakan mati suri di beberapa obyek wisata.\u00a0<span style=\"font-size: 16px;\">Seperti di Objek Wisata Pantai Pangandaran misalnya,\u00a0 Minggu (15\/10\/2017), tampak banyak fotografer keliling yang menawarkan jasa foto kepada pengunjung Wisata Tersebut.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Salah satunya adalah Sadin(69)Warga Pangandaran yang biasa menawarkan jasa tukang Poto keliling di area wisata Pantai Pangandaran.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Sadin Bersama dengan beberapa orang temanya sesama Profesi Tukang Poto Keliling , tampak \u00a0sigap memotret pengunjung di\u00a0kawasan wisata tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saya sudah tiga puluh empat tahun lebih memotret di sini. Awalnya dari kamera polaroid dulu. Waktu sudah kurang, saya lansung ganti digital Kodak 4R. Rekan-rekan belum ada yang pakai waktu itu.\u00a0Sekarang pakai printer ini,&#8221; ungkap Sadin, Minggu(15\/10\/2017) siang.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Pengunjung boleh memilih ukuran foto dengan pilihan ukuran terbesar adalah A4. Selain itu kamera yang digunakan oleh Sadin juga tergolong kamera profesional dengan merek ternama.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Inilah cara Sadin dapat mempertahankan profesinya, meski digerus oleh perkembangan zaman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dulu tukang foto dicari sekarang kita yang nyari konsumen.\u00a0Harus mengikuti teknologi yang baru seperti alat cetak Wifi ini. Setelah ada nya handpone penghasilannya menurun sampe 45 hingga 50 persen.<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Dulu dalam sehari dirinya dapat mengantungi Rp 500.000 dari jasanya memotret di Pantai Pangandaran.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kadang Rp700 ribu. Namun saat ini menurun drastis hingga 45%. Kalau lagi ramai Rp.300 ribu hingga Rp.1 juta per hari. Kadang malah tak ada sama sekali. Pada lebaran hari kedua lalu menurun jadi Rp.300 ribu, tahun lalu bisa Rp 1 juta,&#8221; ungkap dia. (<strong>Andri\/WP<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n<div align=\"left\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Seperti juga pekerjaan lain, profesi tukang foto keliling jika dilakoni dengan tekad dan keikhlasan bisa menghasilkan dan mencukupi kebutuhan hidup.\u00a0 Buktinya, profesi ini tidak lekang dimakan zaman. Meskipun saat ini semua orang dapat menjadi fotografer karena didukung oleh kamera handphone yang semakin canggih. Jasa fotografer keliling di tempat wisata tak lagi begitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":60713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6],"class_list":["post-60712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60712\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}