{"id":62045,"date":"2017-10-26T19:56:26","date_gmt":"2017-10-26T12:56:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=62045"},"modified":"2017-10-26T19:56:26","modified_gmt":"2017-10-26T12:56:26","slug":"perkembangan-terbaru-semburan-lumpur-di-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/10\/26\/perkembangan-terbaru-semburan-lumpur-di-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Perkembangan Terbaru Semburan Lumpur di Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com. <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a><\/strong>. Petugas menemukan fakta baru di lokasi semburan lumpur di Tasikmalaya. Hasil penelitian petugas vulkanologi di lapangan, lokasi semburan panas di Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya tersebut diidentifikasi sebagai kawasan gunung api tersier.<\/p>\n<p>Awalnya, Petugas Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendatangi lokasi semburan lumpur panas Cigunung, Kamis (26\/10\/2017) sore. Mereka memeriksa suhu dan kandungan gas, serta mengambil sampel air dan lumpur dari lokasi semburan.<\/p>\n<p>Hasilnya, suhu di\u00a0 lokasi semburan menurun dari asalnya 80 derajat celcius lebih menjadi 77 derajat celcius. Tingkat keasaman atau PH \u00a0tercatat 7,3 di pinggir serta 7,4 di tengah semburan. Selain itu, petugas PVMBG hanya menemukan sedikit gas CO<sub>2<\/sub> yang tidak membahayakan.<\/p>\n<p>Meski demikian, petugas mengidentifikasi lokasi semburan berada di kawasan gunung api tersier, atau gunung api berusia tua. Salah satu indikasinya terdapat bebatuan gunung api.<\/p>\n<p>\u201cKita belum simpulkan ini aktifitas gunung api yang terdekat ada Galunggung\u00a0tapi cukup jauh karaknya. Sementara kita lihat hasil batunya bukan hasil batuan gunung api,\u201d jelas Staff PVMBG Kementerian ESDM, David, Kamis (26\/10\/2017)<\/p>\n<p>Lebih\u00a0lanjut David mengatakan,memang formasinya ada batuan gunung api tapi termasuk kategori gunung api tersier tidak meletus. \u201cJangan mendekati lubang karena panas, walau gak ada gas berbahaya,\u201d imbaunya.<\/p>\n<p>Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah\u00a0(BPBD)\u00a0pun memastikan tidak akan merelokasi warga terdampak semburan lumpur panas. Namun, warga dilarang mendekati lokasi semburan agar terhindar dari bahaya air panas.<\/p>\n<p>Kasi Pengendalian Bencana dan Mitigasi BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Adi Nugroho mengungkapkan, hasil pengamatan secara instan dari Badan Geologi Mitigasi Bencana dan Vulkanologi positif tidak mengandung gas yang berbahaya. &#8220;Sementara ini hanya hindari suhu airnya, panas. Setidaknya masyarakat diarahkan tidak mendekati lokasi air panas tersebut,\u201d imbuh Adi dalam siaran persnya di lokasi sembuaran lumpur.<\/p>\n<p>Hingga Kamis petang, ketinggian semburan <strong>lumpur\u00a0di Tasikmalaya<\/strong> itu tinggal 10 centimeter saja. <strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Petugas menemukan fakta baru di lokasi semburan lumpur di Tasikmalaya. Hasil penelitian petugas vulkanologi di lapangan, lokasi semburan panas di Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya tersebut diidentifikasi sebagai kawasan gunung api tersier. Awalnya, Petugas Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendatangi lokasi semburan lumpur panas Cigunung, Kamis (26\/10\/2017) sore. Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":61890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-62045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62045\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}