{"id":65342,"date":"2017-11-09T14:47:37","date_gmt":"2017-11-09T07:47:37","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=65342"},"modified":"2017-11-11T16:37:09","modified_gmt":"2017-11-11T09:37:09","slug":"manusia-pemakan-paku-di-tasikmalaya-akhirnya-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/09\/manusia-pemakan-paku-di-tasikmalaya-akhirnya-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Innalillahi&#8230; Manusia Pemakan Paku di Tasikmalaya Akhirnya Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com. <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Setelah berita mengenai dirinya menghebohkan warga karena dokter menemukan puluhan paku di dalam perut Wawan. Manusia pemakan paku di Tasikmalaya ini dikabarkan meninggal dunia.<\/p>\n<p>Informasi tersebut diperoleh dari pihak keluarga pada Kamis (09\/11\/2017) pagi tadi. Warga Kampung Bebedahan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut mengembuskan nafas terakhir di ruang ICU RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Kamis dini hari.<\/p>\n<p>Bapak dua orang anak ini meninggal setelah menjalani perawatan intensif usai menjalani operasi pengangkatan paku di tubuhnya. Operasi pengangkatan 48 paku berhasil dilakukan Tim Dokter RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Rabu (01\/11\/2017).<\/p>\n<p>Kepergian Wawan cukup membuat kaget keluarga, pasalnya usai dilakukan operasi, kondisi Wawan sempat membaik. Namun pukul 03.00 WIB tadi, pihak keluarga dikabari jika Wawan telah meninggal.<\/p>\n<p>Jenazah pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini langsung dimakamkan oleh keluarganya. Meski terkejut, keluarga mengaku sudah ikhlas atas kepergian Wawan.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya kakak saya sempat membaik keadaannya. Tadi sempat menanyakan kabar anaknya yang bungsu. Setelah ia menanyakan anaknya langsung meninggal. Kami sudah ikhlas, ini jalan dari Allah,\u201d ungkap adik Wawan, Nani (34) kepada wartapriangan.com.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Ngeri&#8230; Ternyata Ini Penyebab 48 Paku Bersarang\u00a0di Perut Wawan (Halaman 2)<\/strong><\/span><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p>Nani pun menjelaskan, awalnya sekitar dua bulan lalu kakaknya mengaku merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya. Hingga akhirnya keluarga membawa korban ke RSUD Tasikmalaya.<\/p>\n<p>Hasil rontgen pun cukup mengerikan. Paku-paku tajam tersebut tidak hanya berada dalam perut, beberapa di antaranya bahkan melukai dan menembus perut Wawan. Pihak RSUD dr. Soekadjo Kota Tasikmalaya memastikan, Wawan terpaksa harus menjalani operasi.<\/p>\n<p>Awalnya keluarga kebingungan dengan fenomena tersebut. Bagaimana bisa ada banyak paku di dalam perut Wawan. \u201cSaya dan keluarga lain bingung, bagaimana bisa itu paku banyak sekali dalam perut ayah saya,\u201d terang Nandang (23), anak kandung Wawan, kepada wartawan, Selasa (31\/10\/2017).<\/p>\n<p>Kebingungan keluarga Wawan hari ini terjawab. Kenapa ada banyak paku dalam perut Wawan. Ternyata penyebabnya bukan hal-hal ghaib sebagaimana yang diperkirakan banyak pihak selama ini. Jawaban atas kebingungan ini datang dari dokter yang memeriksa Wawan. Dari hasil pemeriksaan dokter diperoleh informasi, ternyata Wawan mengaku sering memakan paku. Kebiasaan anehnya ini kerap ia lakukan ketika sedang bekerja sebagai buruh bangunan.<\/p>\n<p>\u201cAstaghfirulloh, kebiasaan yang benar-benar aneh,\u201d ujar Andri,\u00a0 wartawan Warta Priangan Biro Tasikmalaya saat mendengar keterangan dokter.<strong>\u00a0<\/strong><strong>(Andri Amhad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Setelah berita mengenai dirinya menghebohkan warga karena dokter menemukan puluhan paku di dalam perut Wawan. Manusia pemakan paku di Tasikmalaya ini dikabarkan meninggal dunia. Informasi tersebut diperoleh dari pihak keluarga pada Kamis (09\/11\/2017) pagi tadi. Warga Kampung Bebedahan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut mengembuskan nafas terakhir di ruang ICU RSUD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":63709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,6786],"class_list":["post-65342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}