{"id":66524,"date":"2017-11-16T21:20:29","date_gmt":"2017-11-16T14:20:29","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=66524"},"modified":"2017-11-16T21:21:15","modified_gmt":"2017-11-16T14:21:15","slug":"penghasilan-pengemis-di-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/16\/penghasilan-pengemis-di-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Wow! Penghasilan Pengemis di Tasikmalaya Sangat Fantastis!"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Siapa sangka, penghasilan pengemis di Tasikmalaya ternyata fantastis. Pantas jika kemudian profesi yang dilarang oleh agama ini justru jadi alternatif bagi mereka yang enggan bekerja keras.<\/p>\n<p>\u201cGila, penghasilannya jauh di atas saya,\u201d terang salah seorang anggota Satpol PP Kota Tasikmalaya. Ia kaget ketika mendengar keterangan beberapa orang pengemis yang sedang ditanyai oleh komandannya.<\/p>\n<p>Penghasilan pengemis di Tasikmalaya yang fantastis ini baru terbongkar selepas aparat gabungan menggelar razia, Kamis (16\/11\/2017). Unsur personil dalam tim gabungan ini berasal dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya dan Anggota Kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota.<\/p>\n<p>Razia aparat gabungan digelar di beberapa titik yang diidentifikasi banyak digunakan mangkal oleh pengemis. Yang paling banyak adalah Jalan HZ. Mustofa. Hampir lima puluh orang pengemis terjaring razia.<\/p>\n<p>\u201cTotal yang terjaring ada 45 orang,\u201d terang Kesi Tibum Pol PP Kota Tasikmalaya, Hendi Junaedi.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/16\/penghasilan-pengemis-di-tasikmalaya\/2\/\">PENGHASILAN PENGEMIS DI TASIKMALAYA SANGAT FANTASTIS! (Halaman 2)<\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kalau dibandingkan dengan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Tasikmalaya, penghasilan pengemis di Tasikmalaya benar-benar fantastis. Informasi ini berdasarkan pengakuan langsung dan hasil pemeriksaan petugas terhadap puluhan pengemis yang terjaring razia.<\/p>\n<p>Dari hasi penelusuran Warta Priangan, diperoleh informasi tentang UMK Kota Tasikmalaya yang berada di kisaran Rp. 1.767.000,-. Boleh jadi, di Kota Tasikmalaya masih ada profesi-profesi yang bahkan digaji di bawah angka UMK.<\/p>\n<p>Salah seorang pengemis bernama Dalma mengaku berpenghasilan ratusan ribu rupiah. Uang recehan itu ia kumpulkan dari usahanya sebagai pengemis di sepanjang Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya.<\/p>\n<p>\u201cBanyaknya receh dari yang belanca, biasa dapat Rp. 350 ribu per hari,\u201d aku Dalma di depan petugas.<\/p>\n<p>Bayangkan, kalau Dalma bekerja setiap hari, artinya penghasilan dia sebulan lebih dari Rp. 10 juta. Lebih dari lima kali lipat \u00a0gaji UMK. Bahkan, jauh di atas rata-rata gaji PNS.<\/p>\n<p>Yang lebih fantastis lagi keterangan dari Risem. Seperti Dalma, ia juga pengemis yang beredar di sepanjang HZ. Mustofa. Menurutnya, setiap hari ia bisa mengumpulkan recehan hingga Rp. 500 ribu!<\/p>\n<p>\u201cKalau hari Jumat, bisa sampai Rp. 1 juta!\u201d terang Risem.<\/p>\n<p>Kalau saja pendapatan Risem dirata-ratakan Rp. 700 ribu per hari, itu artinya penghasil pengemis di Tasikmalaya ini mencapai Rp. 21 juta per bulan, fantastis! <strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Siapa sangka, penghasilan pengemis di Tasikmalaya ternyata fantastis. Pantas jika kemudian profesi yang dilarang oleh agama ini justru jadi alternatif bagi mereka yang enggan bekerja keras. \u201cGila, penghasilannya jauh di atas saya,\u201d terang salah seorang anggota Satpol PP Kota Tasikmalaya. Ia kaget ketika mendengar keterangan beberapa orang pengemis yang sedang ditanyai oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":66525,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,7004,7002,479,7003,6786],"class_list":["post-66524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-dinas-sosial-kota-tasikmalaya","tag-hz-mustofa-tasikmalaya","tag-polres-tasikmalaya","tag-satpol-pp-kota-tasikmalaya","tag-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66524"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66524\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}