{"id":66622,"date":"2017-11-17T22:13:03","date_gmt":"2017-11-17T15:13:03","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=66622"},"modified":"2017-11-17T22:13:03","modified_gmt":"2017-11-17T15:13:03","slug":"puluhan-warga-korban-pergerakan-tanah-di-tasikmalaya-mengungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/17\/puluhan-warga-korban-pergerakan-tanah-di-tasikmalaya-mengungsi\/","title":{"rendered":"Puluhan Warga Korban Pergerakan Tanah di Tasikmalaya Mengungsi"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Pasca terjadinya pergerakan tanah di Tasikmalaya, warga terpaksa mengungsi di kantor Desa Sukarasa. Puluhan rumah rusak dan ratusan warga terisolir akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Jumat (17\/11\/2017) dini hari tadi.<\/p>\n<p>Kepala Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Tete Abdul Manap, mengatakan akibat kejadian itu, puluhan kepala keluarga mengungsi. Sebab, pergerakan tanah terus meluas dan dapat mengancam keselamatan warga.<\/p>\n<p>Hingga kini, pergerakan tanah menyebabkan 31 rumah rusak dan ratusan lainnya rusak berat, sedang, dan ringan. Selain itu, jembatan penghubung juga nyaris terputus.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk data rumah yang rusak kami masih melakukan pendataan berapa jumlahnya, termasuk kerugian materi. Kalau rumah yang rusak 31 rumah, sisanya rusak \u00a0ringan,&#8221; katanya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_66624\" aria-describedby=\"caption-attachment-66624\" style=\"width: 534px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-66624\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pergerakan-tanah-di-tasikmalaya-2-300x169.png\" alt=\"\" width=\"534\" height=\"301\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pergerakan-tanah-di-tasikmalaya-2-300x169.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pergerakan-tanah-di-tasikmalaya-2.png 400w\" sizes=\"(max-width: 534px) 100vw, 534px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-66624\" class=\"wp-caption-text\">Aparat TNI dan warga tengah bergotong royong mengevakuasi barang-barang korban pergerakan tanah di Tasikmalaya. (foto: andri ahmad fauzi\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dia menuturkan, kini puluhan warga mengungsi di kantor desa untuk mejaga hal-hal yang tidak di inginkan paparnya. Warga pun berusaha menyelamatkan harta bendanya ke tempat aman guna menghindari pergerakan tanah semakin meluas dan dalam.<\/p>\n<p>Pengungsi yang merupakan warga Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya itu saat ini sangat membutuhkan bantuan seperti selimut, tempat tidur, makanan, dan obat-obatan.<\/p>\n<p>&#8220;Ya saya ngsungsi di dulu di sini di bale desa karena takut rumah roboh. Saya ngga sempat beresin barang-barang milik saya karena pada saat kejadian saya kaget dan takut,\u201d jelas salah satu warga yang terdampak pergerakan tanah, Ratansari (32).<\/p>\n<p>Saat ini pihak BPBD Kabupaten Tasikmalaya sudah sampai ke lokasi guna melakukan pendataan. Sedangkan pihak desa telah mengimbau warga untuk waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah meluas dan longsor yang bisa kapan saja terjadi. <strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pasca terjadinya pergerakan tanah di Tasikmalaya, warga terpaksa mengungsi di kantor Desa Sukarasa. Puluhan rumah rusak dan ratusan warga terisolir akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Jumat (17\/11\/2017) dini hari tadi. Kepala Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Tete Abdul Manap, mengatakan akibat kejadian itu, puluhan kepala keluarga mengungsi. Sebab, pergerakan tanah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":66623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,7014,6786],"class_list":["post-66622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-pergerakan-tanah-di-tasikmalaya","tag-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}