{"id":66726,"date":"2017-11-18T19:11:42","date_gmt":"2017-11-18T12:11:42","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=66726"},"modified":"2017-11-18T19:17:13","modified_gmt":"2017-11-18T12:17:13","slug":"ini-tiga-alternatif-jalur-tol-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/18\/ini-tiga-alternatif-jalur-tol-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Ini Tiga Alternatif Jalur Tol Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Rencana pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) rencananya akan dimuali akhir tahun ini. Pembangunan akan dimulai dengan melaksanakan lelang investasi pembangunan Tol Cigatas pada bulan Desember 2017 mendatang. Tujuannya untuk menentukan badan usaha mana yang akan mengerjakan proyek tersebut. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastrukrur, khususnya jalan bebas hambatan (tol) yang menghubungkan kawasan Tengah Jawa Barat dengan Selatan Jawa Barat, melalui rencana pembangunan ruas Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas),\u201d jelas Iwa seperti dilansir jabarprov.go.id.<\/p>\n<p>Sekda juga menjelaskan kemungkinan pintu Tol Cigatas rencananya tidak di Cileunyi seperti rencana awal. \u201cTetapi dari Gedebage, sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus kendaraan di pintu Cileunyi,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Kemungkinan pintu Tol Cigatas rencananya tidak di Cileunyi seperti rencana awal. \u201cTetapi dari Gedebage, sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus kendaraan di pintu Cileunyi,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>\u201cKalau dari Cileunyi itu kan ada kendaraan yang akan ke Sumedang, Cirebon, Rancaekek maupun Garut sehingga dikhawatirkan terjadi kepadatan,\u201d ungkap Iwa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/18\/ini-tiga-alternatif-jalur-tol-tasikmalaya\/2\/\"><strong>Ini Tiga Alternatif Jalur Tol Tasikmalaya (Halaman 2)<\/strong><\/a><!--nextpage--><br \/>\nSebagai informasi, pemerintah pusat telah memasukan rencana pembangunan Tol Cigatas sebagai proyek strategis nasional sejak tahun 2015. Awalnya, tol tersebut akan dibangun dengan nama Tol Citas (Cileunyi-Tasikmalaya). Namun, dalam perjalanannya, Pemkab Garut mengusulkan proyek jalan tol tersebut bisa melintasi wilayahnya hingga berganti nama menjadi Tol Cigatas.<\/p>\n<p>Tol Cigatas rencananya dibangun dengan tiga alternatif trase. Trase pertama, Majalaya-Nagreg-Limbangan- Cibatu-Malangbong, Rajapolah, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Trase kedua, Majalaya-Nagreg-Limbangan- Cibatu-Garut Kota-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar.<\/p>\n<p>Dan alternatif trase terakhir, meliputi Majalaya-Nagreg-Limbangan- Garut-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. Masing-masing trase tersebut memiliki panjang total kurang lebih mencapai 109-111 kilometer.<\/p>\n<p>Adapaun rencananya, Tol Cigatas akan memilik Sembilan pintu tol yaitu pitu tol Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Garut Kota, Singaparna, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar.<\/p>\n<p>Dengan dibangunnya, Tol Cigatas dapat \u00a0mengatasi kemacetan lalu lintas yang diakibatkan dominasi kendaraan pribadi. Ke depan, dengan adanya Tol Cigatas diharapkan jarak tempuh Banjar-Bandung hanya 1,5 jam. <strong>(WP\/Berbagai Sumber)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Rencana pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) rencananya akan dimuali akhir tahun ini. Pembangunan akan dimulai dengan melaksanakan lelang investasi pembangunan Tol Cigatas pada bulan Desember 2017 mendatang. Tujuannya untuk menentukan badan usaha mana yang akan mengerjakan proyek tersebut. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa. \u201cPemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":66727,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,6786,7051,7052],"class_list":["post-66726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-tasikmalaya","tag-tol-cigatas","tag-tol-cileunyi-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66726"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66726\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}