{"id":66733,"date":"2017-11-19T00:05:48","date_gmt":"2017-11-18T17:05:48","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=66733"},"modified":"2017-11-19T00:06:52","modified_gmt":"2017-11-18T17:06:52","slug":"sumber-air-panas-alami-di-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/19\/sumber-air-panas-alami-di-ciamis\/","title":{"rendered":"Potensi Sumber Air Panas Alami di Ciamis Ini Perlu Sentuhan Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-ciamis\/\">BERITA CIAMIS<\/a>. <\/strong>Potensi\u00a0sumber air panas alami di Ciamis ini benar-benar masih perawan. Baik kualitas maupun lingkungannya masih sangat alami. Ini merupakan potensi yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Terlebih, lokasi air panas di Ciamis ini jaraknya relatif dekat dengan jalan raya.<\/p>\n<p>&#8220;Dari lokasi air panas ke jalan raya itu hanya sekitar 2 kilometer,&#8221; tulis Baehaki Efendi, reporter Warta Priangan dalam laporan yang ia kirim ke meja redaksi.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan Baehaki, meski belum disentuh sama sekali, sumber air panas alami di Ciamis ini faktanya sudah memiliki daya tarik tersendiri. Setidaknya ini terbukti dari banyaknya kunjungan ke lokasi tersebut.<\/p>\n<p>Yang datang ke sini punya maksud yang beragam. Ada yang berniat untuk obat, atau sekedar jalan-jalan di sekitar lokasi sumber air panas.<\/p>\n<p>&#8220;Selain ingin mengetahui langsung sumber air, saya ke sini karena ingin mencoba kehangatan airnya. Kalau air panas alami kan banyak manfaatnya untuk obat,&#8221; ujar Bahar, salah seorang pengunjung saat ditemui di sekitar lokasi, Sabtu (18\/01\/2017). Bahar mengaku baru pertama kali mengunjungi lokasi sumber air panas di Ciamis ini.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/19\/sumber-air-panas-alami-di-ciamis\/2\/\">Sejak kapan dan dimana lokasi air panas alami di Ciamis ini?<\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Menurut Jajang, warga setempat, keberadaan sumber air panas alami di Ciamis ini sebetulnya sudah dari dulu. Sayangnya, potensi ini tidak pernah disentuh oleh pemerintah daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Wah sudah lama sekali, sejak saya belum lahir juga sudah ada. Kata orang tua di sini, sudah lama sumber air panas ini ada,&#8221; ungkap Jajang.<\/p>\n<p>Meski tidak mendapat perhatian dari pemerintah, namun keberadaan sumber air panas tersebut selama ini sudah cukup banyak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Bukan sekedar dari dampak tidak langsung adanya pengunjung, tapi sumber air tersebut juga faktanya tidak pernah surut meski di musim kemarau.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada pengunjung kan secara tidak langsung jadi berkah untuk warga sekitar. Selain itu, sumber airnya tidak pernah surut. Kalau kemarau, banyak warga yang memanfaatkan air di sini untuk mandi,&#8221; tutur Jajang.<\/p>\n<p>Sumber air panas alami di Ciamis ini berlokasi di Kecamatan Banjarsari, tepatnya di Area Pesawahan, Blok Kelapa Ciung. Lokasi tersebut masuk di wilayah Dusun Sindangreret, Desa Ratawangi. Dai Jalan Raya Banjarsari hanya berjarak sekitar 2 kilometer. <strong>(Baehaki Efendi\/WP)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Potensi\u00a0sumber air panas alami di Ciamis ini benar-benar masih perawan. Baik kualitas maupun lingkungannya masih sangat alami. Ini merupakan potensi yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Terlebih, lokasi air panas di Ciamis ini jaraknya relatif dekat dengan jalan raya. &#8220;Dari lokasi air panas ke jalan raya itu hanya sekitar 2 kilometer,&#8221; tulis Baehaki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":66735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-66733","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66733"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66733\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}