{"id":66822,"date":"2017-11-20T09:23:31","date_gmt":"2017-11-20T02:23:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=66822"},"modified":"2017-11-20T09:23:31","modified_gmt":"2017-11-20T02:23:31","slug":"ketan-susu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/20\/ketan-susu\/","title":{"rendered":"Mau Coba Menu Tansu yang Kini Tengah Hits? Datangan Aja ke Cafe Ini!"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-ciamis\/\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Beras ketan bisa diolah menjadi berbagai macam makanan tradisional, salah satunya ketan susu (Tansu). Acank Dilutfi, pengelola \u201cCafe Rindu\u201ddi Pamarican, Kabupaten Ciamis, berkreasi mengolah ketan menjadi berbagai jenis makanan ketan susu yang sedang ramai diperbincangkan dan dicari banyak orang.<\/p>\n<p>Acank menjelaskan, dirinya menggeluti kuliner tansu ini berawal dan terinspirasi dari informasi yang diterima dari keluarganya yang ada di Jakarta. Bahwa kuliner tansu ini sedang ramai dijalankan oleh para penjaja makanan\/kuliner di wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan kota-kota besar lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya saya mendapat informasi dari saudara bahwa usaha makanan kuliner ketan susu lagi ramai dijalankan oleh para penjaja kuliner dan makanan di wilayah Jakarta. Saya langsung iseng mencoba membuatnya sendiri. Ternyata saat disajikan dan dijual pertama kali di lingkungan sekitar rumah dan dijual secara online alhamdulillah banyak warga masyarakat yang ingin mencoba mencicipi dan membelinya,\u201d ujar Acank saat ditemui, Sabtu (18\/11\/2017).<\/p>\n<p>Acank mengatakan, proses pembuatan makanan ketan susu ternyata memakan waktu lama. Beras ketan direndam dulu hingga delapan jam, kemudian dikukus lalu disajikan menggunakan susu, ditaburi coklat, keju, coco chip dan sebagainya. &#8220;Kami memberikan sajian dengan aneka toping untuk menarik pelanggan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-66837 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/ketan-susu-2-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"328\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/ketan-susu-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/ketan-susu-2.jpg 533w\" sizes=\"(max-width: 437px) 100vw, 437px\" \/><\/p>\n<p>Lanjut Acank, dalam sehari dirinya bisa menghabiskan beras ketan sebanyak 2 kg. Beras ketan ini dikukus bersama santan selama kurang lebih 1,5 jam.<\/p>\n<p>Acank menyebutkan, menu ketan susu yang disajikan di \u201cCafe Rindu\u201d miliknya memiliki beberapa varian rasa, sehingga pembeli bisa memilih rasa sesuai selera. di antaranya tansu keju cokelat, tansu keju durian, tansu meises, tansu cokelat vanila, tansu keju cokelat vanila, tansu keju chococrunck, tansu cokelat chococrunck, dan varian rasa lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Ketan susu yang disajikan dengan berbagai varian rasa menjadi daya tarik pembeli, tidak hanya kalangan anak-anak, remaja, ibu-ibu, bahkan bapak-bapak juga banyak yang penasaran dan sering menikmati makanan ketan susu di sini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Penasaran mau mencoba kuliner ketan susu yang disajikan oleh Acank, ada bisa mampir ke \u201cCafe Rindu\u201d yang berlokasi di Jalan Raya Banjar\u2013Banjarsari, tepatnya di Dusun Kertaharja, RT 34 RW 09, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Dan hanya dengan uang Rp. 7.000,- hingga Rp. 20.000,- ada sudah bisa merasakan dan menikmati berbagai jenis varian rasa olahan ketan susu. <strong>(Baehaki Efendi\/WP).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Beras ketan bisa diolah menjadi berbagai macam makanan tradisional, salah satunya ketan susu (Tansu). Acank Dilutfi, pengelola \u201cCafe Rindu\u201ddi Pamarican, Kabupaten Ciamis, berkreasi mengolah ketan menjadi berbagai jenis makanan ketan susu yang sedang ramai diperbincangkan dan dicari banyak orang. Acank menjelaskan, dirinya menggeluti kuliner tansu ini berawal dan terinspirasi dari informasi yang diterima [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":66838,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25,7071],"class_list":["post-66822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis","tag-kuliner-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66822\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}