{"id":67599,"date":"2017-11-27T17:56:42","date_gmt":"2017-11-27T10:56:42","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=67599"},"modified":"2017-11-27T17:58:11","modified_gmt":"2017-11-27T10:58:11","slug":"pengalaman-paling-mistis-gara-gara-membandel-di-pesantren-alhuda-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/27\/pengalaman-paling-mistis-gara-gara-membandel-di-pesantren-alhuda-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Pengalaman Paling Mistis, Gara-Gara Membandel di Pesantren Alhuda Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/kisah-kita\/\">KISAH KITA<\/a>.<\/strong> Kisah ini dialami oleh lima orang santri di Tasikmalaya. Terjadi pada bulan Maret, tahun 2014. Kelima santri ini mengalami peristiwa mistis setelah sebelumnya sempat membandel. Mereka memilih main ke Dadaha, padahal seharusnya mengikuti jadwal pengajian rutin malam Jumat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingat sekali waktu itu malam Jumat. Jadwal riyadhoh (melatih diri), seharusnya semua santri ikut. Saya dan empat teman saya malah diam-diam pergi, main ke Dadaha,&#8221; terang Junia.<\/p>\n<p>Kelima santri ini adalah teman satu kamar (satu kobong), di Pesantren Al Huda Cikalang Tasikmalaya. Mereka adalah Junia, Yasin, Zamzam, Danil dan Asep. Junia mengaku sudah tidak enak hati ketika mulai kabur dari pesantren.<\/p>\n<p>&#8220;Ya kami bandel memang. Malah kabur, main ke Dadaha. Pas pergi juga udah gak enak hati. Bukan karena takut di-ta&#8217;zir (dihukum), da itu mah pasti. Ini mah gak tau kenapa, gelisah aja sejak pergi sampai pulang,&#8221; papar Junia pada reporter Warta Priangan, Helmi Razu Noviansyah.<\/p>\n<p>Singkat cerita, sesuai perkiraan Junia, keesokan harinya mereka kena ta&#8217;zir (hukuman). Mereka diberi sanksi karena tidak disiplin. Saat menerima hukuman, ustadz di pesantren tersebut menanyakan alasan, kenapa mereka tidak ikut riyadhoh, malah pergi bermain ke Dadaha. Apa alasannya?<\/p>\n<p>&#8220;Ustadz Udung nanya, apa alasan kami malah bermain, tidak ikut kegiatan? Nah, Si Yasin menjawab begini:<\/p>\n<p>Ustadz, Saya mah nggak akan berhenti bermain sebelum melihat cewek yang paling cantik sedunia.&#8221;<\/p>\n<p>Menurut Junia, dari keempat temannya itu, Yasin memang anak yang paling berani bicara dan lucu.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/27\/pengalaman-paling-mistis-gara-gara-membandel-di-pesantren-alhuda-tasikmalaya\/2\/\">Mau Lihat Wanita Paling Cantik? Ini saran Ustadz (Halaman 2)<\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>Mau Lihat Wanita Paling Cantik? Ini saran Ustadz<\/h3>\n<p>Masih menurut Junia, saat mendengar pernyataan Yamin, Ustadz Udung kemudian bercerita.<\/p>\n<p>Ustadz menyarankan, kalau mau melihat wanita paling cantik, Yamin disarankan tidur di pangimbaran (tempat di dalam masjid, posisinya dekat mimbar).<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingat, Ustadz Udung bilang ke Si Yamin, kalau mau lihat wanita seperti di syurga, kamu silahkan mandi besar. Bersih dari hadats besar dan hadats kecil. Terus disuruh tidur di pangimbaran, tapi sendirian,&#8221; terang Junia.<\/p>\n<p>Malam itu juga, arahan dari Ustadz Udung diikuti, tapi sayangnya tidak hanya oleh Yasmin. Mungkin karena semuanya ingin melihat wanita cantik seperti di syurga, lagi-lagi lima sekawan ini kompak. Mereka semua tidur di pangimbaran, setelah sebelumnya membersihkan diri dari hadats besar dan hadats kecil.<\/p>\n<p>&#8220;Ya, lagi-lagi kita membandel. Harusnya sendirian, Yamin aja. Tapi kita semua juga pengen lihat. Jadi tidur berlima, semua dekat pangimbaran.&#8221;<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/27\/pengalaman-paling-mistis-gara-gara-membandel-di-pesantren-alhuda-tasikmalaya\/3\/\">Apakah Lima Santri Ini berhasil melihat wanita cantik? (Halaman 3)<\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3>Apakah Lima Santri Ini berhasil melihat wanita cantik?<\/h3>\n<p>Sebelum tengah malam, kelima remaja santri ini sudah terlelap. Mereka tidur di dalam masjid, di sekitar mimbar, seperti yang disarankan ustadz mereka.\u00a0 Tentunya, kelima remaja ini berharap agar bisa melihat wanita syurga, yang cantik tiada bandingannya.<\/p>\n<p>Namun bukan wanita cantik yang mereka temui, justru pengalaman mistis yang mereka alami. Mereka terbangun karena keriuhan menjelang sholat subuh. Dan ternyata, ada peristiwa mistis saat mereka sudah terbangun dari tidur.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau menjelang subuh, di pesantren itu ramai. Kami terbangun oleh suara santri lain yang sudah mulai bangun. Tapi, ternyata saat bangun, kami berpencar. Posisi kami terpisah satu sama lain. Dan lokasi baru kami benar-benar tidak masuk di akal,&#8221; ujar Junia.<\/p>\n<p>Junia sendiri terbangun karena suara kohkol (kentongan). Kebetulan, posisi tidur dia pindah ke dekat kohkol. Sementara Asep, tadinya di dekat mimbar, saat bangun ternyata berada di dekat beduk. Tempat Junia dan Asep bangun masih mending, masih dekat dengan masjid. Yang lebih mengagetkan lagi adalah lokasi bangun ketiga temannya.<\/p>\n<p>&#8220;Saat bangun Danil di dekat makam, yang lebih parah Zamzam dan Yamin. Itu Zamzam ketemunya di deket makam, terus Si Yamin ketahuan tidur di kolam,&#8221; papar Junia.<\/p>\n<p>Sejak itu, kelima santri ini tidak berani lagi melanggar disiplin dan arahan ustadznya. <em>Wallohu&#8217;alam bishshowwab.<\/em><\/p>\n<p>&#8220;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, KISAH KITA. Kisah ini dialami oleh lima orang santri di Tasikmalaya. Terjadi pada bulan Maret, tahun 2014. Kelima santri ini mengalami peristiwa mistis setelah sebelumnya sempat membandel. Mereka memilih main ke Dadaha, padahal seharusnya mengikuti jadwal pengajian rutin malam Jumat. &#8220;Saya ingat sekali waktu itu malam Jumat. Jadwal riyadhoh (melatih diri), seharusnya semua santri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":67600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6923],"tags":[7252,7251],"class_list":["post-67599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah-kita","tag-alhuda-tasikmalaya","tag-pengalaman-mistis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}