{"id":67643,"date":"2017-11-28T09:45:59","date_gmt":"2017-11-28T02:45:59","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=67643"},"modified":"2017-11-28T09:45:59","modified_gmt":"2017-11-28T02:45:59","slug":"kuras-kantong-bpjs-manajemen-akan-hapus-8-penyakit-ini-dari-pembiayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/28\/kuras-kantong-bpjs-manajemen-akan-hapus-8-penyakit-ini-dari-pembiayaan\/","title":{"rendered":"Kuras Kantong BPJS, Manajemen akan Hapus 8 Penyakit Ini dari Pembiayaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL<\/strong>. Rahimah, ibu dari seorang anak yang menderita kanker keropos tulang dan thalasemia terkejut ketika mengetahui BPJS menghapus pembiayaan terhadap penyakit putranya, Nasrullah. Dia pun bingung bagaimana membayar biaya pengobatan putranya yang mencapai belasan juta rupiah.<\/p>\n<p>\u201cUntuk biaya obat saja kata dokter sampai Rp 13 juta untuk obat limpa anak saya. Selain itu dalam satu bulan, Nasrullah anak saya tranfusi darah hingga empat kali. Bagaimana kalau biaya dari pemerintah benar-benar dihapus,\u201d ucap Rahimah lirih, Minggu (26\/11).<\/p>\n<p>Rahimah hanyalah seorang buruh tani. Dia menghidupi anaknya sendiri. Delapan tahun sudah sang anak menderita kanker. Selama lima tahun pendanaan kesehatan Nasrul ditanggung Jamkes\u00admas, Sedangkan tiga tahun terakhir ditanggung oleh BPJS Kesehatan.<\/p>\n<p>Yang membuat ibu ini sedih atas kabar itu adalah penyakit anaknya yang hingga seumur hidup. Dia pun tak bisa membayangkan kemana harus mencari pendanaan untuk bayar rumah sakit.<\/p>\n<p>Dia pun berharap agar delapan penyakit itu tidak dihapuskan dalam daftar pembiayaan BPJS.<\/p>\n<p>Terakhir kali dia membawa anaknya berobat pada Jumat (17\/11) lalu, dan biaya masih ditanggung BPJS. \u201cSemoga saja delapan penyakit itu tidak dihapuskan dari daftar tanggungan program BPJS,\u201d ucap Rahimah penuh harap.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris, di Jakarta, Sabtu (25\/11) mengatakan, pihaknya berencana menghapus tanggungan terhadap delapan penyakit tidak menular yang selama ini ditanggung BPJS. Fahmi beralasan selama ini pembiayaan perawatan penyakitpenyakit tersebut menguras kantong BPJS Kesehatan.<\/p>\n<h3>INI 8 PENYAKIT YANG PERMBIAYAANNYA AKAN DIHAPUS BPJS (Halaman 2)<\/h3>\n<p><!--nextpage--><br \/>\nSebelumnya, Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris, di Jakarta, Sabtu (25\/11) mengatakan, pihaknya berencana menghapus tanggungan terhadap delapan penyakit tidak menular yang selama ini ditanggung BPJS. Fahmi beralasan selama ini pembiayaan perawatan penyakitpenyakit tersebut menguras kantong BPJS Kesehatan.<\/p>\n<p>Yang mengejutkan, jenis penyakit tidak menular itu justru masuk kategori berat. Apa saja delapan jenis penyakit tidak menular itu? Mengutip penjelasan Fahmi Idris, kedelapan penyakit yang tidak lagi ditanggung BPJS itu adalah penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia, dan hemofilia.<\/p>\n<p>Artikel lengkapnya klik<a href=\"http:\/\/banjarmasin.tribunnews.com\/2017\/11\/27\/ini-8-penyakit-yang-bakal-dihapus-bpjs-dari-pembiayaan-okky-minta-dipertimbangkan-kembali?page=2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong> di sini<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL. Rahimah, ibu dari seorang anak yang menderita kanker keropos tulang dan thalasemia terkejut ketika mengetahui BPJS menghapus pembiayaan terhadap penyakit putranya, Nasrullah. Dia pun bingung bagaimana membayar biaya pengobatan putranya yang mencapai belasan juta rupiah. \u201cUntuk biaya obat saja kata dokter sampai Rp 13 juta untuk obat limpa anak saya. Selain itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":67644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[36,7192],"class_list":["post-67643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-berita-nasional","tag-bpjs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67643\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}