{"id":67873,"date":"2017-11-30T15:23:39","date_gmt":"2017-11-30T08:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=67873"},"modified":"2017-12-08T22:30:13","modified_gmt":"2017-12-08T15:30:13","slug":"bayi-yang-ditemukan-di-jalan-lingkar-gentong-jadi-rebutan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/11\/30\/bayi-yang-ditemukan-di-jalan-lingkar-gentong-jadi-rebutan-warga\/","title":{"rendered":"Bayi Lucu yang Ditemukan di Jalan Lingkar Gentong Jadi Rebutan Warga"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Bayi Laki-laki yang ditemukan di Jalan Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya empat \u00a0hari yang lalu. Kini menjadi rebutan warga. Sedikitnya, ada delapan orang yang telah mendatangi Puskesmas Ciawi, Tasikmalaya.<\/p>\n<p>\u201dAda juga anggota DPRD, polisi, pengusaha dan PNS tanya-tanya lewat telepon maupun yang datang langsung ke puskesmas berminat untuk adopsi bayi itu,\u2019\u2019 ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto saat ditanya sejumlah wartawan di Puskesmas Ciawi, Rabu pagi (29\/11\/2017).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-67883 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pembuangan-bayi-di-tasik-2-300x210.jpg\" alt=\"\" width=\"473\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pembuangan-bayi-di-tasik-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pembuangan-bayi-di-tasik-2.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 473px) 100vw, 473px\" \/><\/p>\n<p>Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada pengadopsi yang sah. Sebab status hukum bayi belum sah milik negara sebelum ada finalisasi penyerahan. Selain itu, bayi tersebut sedang dalam perawatan di puskesmas.<\/p>\n<p>Polisi juga masih memburu pelaku pembuangan yang diduga orang tua kandungnya. &#8220;Kami khawatir ada benturan status hukum sebelum ada penyerahan,\u2019\u2019 katanya.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, bayi bisa dikuasai negara seandainya polisi tidak bisa menemukan orang tua kandungnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-67882 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pembuangan-bayi-di-tasik-1-300x223.jpg\" alt=\"\" width=\"435\" height=\"323\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pembuangan-bayi-di-tasik-1-300x223.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2017\/11\/pembuangan-bayi-di-tasik-1.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 435px) 100vw, 435px\" \/><\/p>\n<p>Sementara itu, jika ditemukan, orang tua wajib merawatnya. Meski begitu, lanjut Ato, perlu dilihat lebih dulu situasi dan kondisinya.<\/p>\n<p>\u201cKalau orang tuanya kurang mampu atau dipidana penjara, akan coba ditawarkan ke kerabat atau saudaranya,\u2019\u2019 ujarnya.<\/p>\n<p>Ato menambahkan, pelimpahan tidak hanya bergantung pada hasil penyelidikan polisi. Melainkan juga mempertimbangkan kondisi kesehatan bayi.<\/p>\n<p>\u201cJika kondisinya belum stabil, pelimpahannya belum bisa dilakukan,\u201d pungkas Ato.<\/p>\n<p><strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bayi Laki-laki yang ditemukan di Jalan Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya empat \u00a0hari yang lalu. Kini menjadi rebutan warga. Sedikitnya, ada delapan orang yang telah mendatangi Puskesmas Ciawi, Tasikmalaya. \u201dAda juga anggota DPRD, polisi, pengusaha dan PNS tanya-tanya lewat telepon maupun yang datang langsung ke puskesmas berminat untuk adopsi bayi itu,\u2019\u2019 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":67876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,6786],"class_list":["post-67873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67873\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}