{"id":68959,"date":"2017-12-12T19:45:49","date_gmt":"2017-12-12T12:45:49","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=68959"},"modified":"2017-12-12T19:45:49","modified_gmt":"2017-12-12T12:45:49","slug":"timbun-ratusan-elpiji-3-kg-pangkalan-di-tasikmalaya-digerebek-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/12\/12\/timbun-ratusan-elpiji-3-kg-pangkalan-di-tasikmalaya-digerebek-polisi\/","title":{"rendered":"Timbun Ratusan Elpiji 3 Kg, Pangkalan di Tasikmalaya Digerebek Polisi"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>.<\/strong> Aparat Kepolisian Resor Polres Tasikmalaya, menggerebek pangkalan yang diduga menyalahgunakan elpiji\u00a03 kg di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12\/12\/2017) pagi. Di sana petugas mendapati pengelola pangkalan yang sengaja menyembunyikan ratusan tabung elpiji\u00a03 kg siap edar.<\/p>\n<p>Tabung elpiji disimpan dalam kendaraan bak terbuka dengan dalih untuk dikirim ke tempat lain.\u00a0Namun pengelola gagal menunjukan peta lokasi tujuan distribusi elpiji hingga rawan disalahgunakan. Pangkalan tersebut berlokasi di kawasan Cikiray, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.<\/p>\n<p>Sempat terjadi ketegangan saat konsumen gagal mendapatkan elpiji. Setelah menunggu berjam-jam., mereka emosi terhadap pengelola pangkalan yang dianggap turut andil menyebabkan kelangkaan.<\/p>\n<p>&#8220;Susah lama ada lima jam (mengantre). Saya punya anak kecil mau masak. Katanya punya langganan, langganan gak dikasih padahal ada barangnya,\u201d ungkap salah satu konsumen Rosmayanti (34) dengan nada kesal.<\/p>\n<p>\u201cSaya jualan gorengan buat anak sekolah, kok dipersulit?! saya heran sampai kemarin nangis-nangis,\u201d tambah Rosmayanti.<\/p>\n<p>Pengelola berdalih, konsumen tidak dilayani karena tabung elpiji tiga kilogram bukan peruntukanya. Ratusan tabung yang dibawa dalam kendaraan bak terbuka ini untuk memasok wilayah lain.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi berawal dari kumpulan masyarakat di pangkalan. Ternyata mereka antre beli elpiji tiga kilo gak dilayani, padahal masih banyak,\u201d jelas Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Kasat Reskrim mengungkapkan, setelah diperiksa yang bersangkutan sengaja untuk menyembunyikan elpiji dengan dalih punya pasar tersendiri, padahal masyarakat tidak dilayani. \u201cSaat ini yang bersangkutan tengah diperiksa, sementara \u00a0kendaraan kita temukan di jalan gak bawa look book disalahgunakan,\u201d jelas Kasat Reskrim.<\/p>\n<p>Selain itu, satgas pangan Polres Kabupaten Tasikmalaya juga memergoki pangkalan di kawasan Pasar Kudang yang menjual elpiji di atas harga eceran tertinggi. Satu tabung dijual Rp. 18 ribu, padahal harga eceran tertinggi hanya Rp. 16 ribu per tabung. Berat elpiji tiga kilogram juga tidak sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Pengakuan pengelola pangkalan terpaksa menjual elpiji tiga kilogram di atas harga eceran untuk menutupi biaya oprasional. Selain sudah kesepakatan dengan konsumen, pangkalan juga menaikan harga untuk hindari kerugian.<\/p>\n<p>&#8220;Tiap hari pangkalan dapat pasokan Rp. 18 ribu harganya. Kalau sama ngirim HET tahu Rp. 16 ribu. Kalau sama bensin mah sudah ada kesepakatan,\u201d jelas pemilik pangkalan, Dadang saat ditanya sejumlah wartawan.<strong> (Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aparat Kepolisian Resor Polres Tasikmalaya, menggerebek pangkalan yang diduga menyalahgunakan elpiji\u00a03 kg di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12\/12\/2017) pagi. Di sana petugas mendapati pengelola pangkalan yang sengaja menyembunyikan ratusan tabung elpiji\u00a03 kg siap edar. Tabung elpiji disimpan dalam kendaraan bak terbuka dengan dalih untuk dikirim ke tempat lain.\u00a0Namun pengelola gagal menunjukan peta lokasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":68960,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,7436,6786],"class_list":["post-68959","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-elpiji-langka","tag-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68959","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68959"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68959\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68960"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}