{"id":69259,"date":"2017-12-15T19:41:08","date_gmt":"2017-12-15T12:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=69259"},"modified":"2017-12-15T22:17:17","modified_gmt":"2017-12-15T15:17:17","slug":"identitas-mayat-perempuan-di-pangandaran-terkuak-diduga-kuat-korban-pembunuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/12\/15\/identitas-mayat-perempuan-di-pangandaran-terkuak-diduga-kuat-korban-pembunuhan\/","title":{"rendered":"Identitas Mayat Perempuan di Pantai Pangandaran Terkuak, Diduga Kuat Korban Pembunuhan"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-pangandaran\/\">BERITA PANGANDARAN<\/a><\/strong>. Identitas mayat perempuan yang ditemukan warga disemak-semak di pinggir Pantai Barat, tepatnya di area panggung terbuka Pamugaran, Desa Pananjung, Kacamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mulai terkuak. Mayat perempuan di Pantai Pangandaran tersebut ditemukan warga\u00a0sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15\/12\/2017) siang tadi.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang diperoleh, jasad korban\u00a0 yang memiliki tato di bagian lengan kirinya itu ditemukan pertama kali oleh Budi (47) warga Dusun Karangsari, Desa Pananjung dan Riyanto (33) warga Dusun Wonoharjo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran saat dirinya tengah melakukan bersih-bersih pantai<\/p>\n<p>&#8220;Tiba-tiba ada sesosok tubuh wanita dalam keadaan setengah bugil di semak-semak di pinggir pantai dalam keadaan telentang dan tidak bernyawa lagi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah itu, saksi langsung melaporkan temuan mayat tersebut ke ketua RT setempat yang dilanjutkan pelaporan nya ke Polsek Pangandaran, Dinas Pariwisata, Jaga Lembur dan Balawista.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/12\/15\/identitas-mayat-perempuan-di-pangandaran-terkuak-diduga-kuat-korban-pembunuhan\/2\/\">Ini Identitas dan Dugaan Penyebab Kematian Korban (Halaman 2)<\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan oleh petugas medis, Kepala UPTD Puskesmas Pangandaran dr. Aris Rismawan mengatakan, didapati seperti bekas jeratan dan cekikan tangan pada bagian leher korban. &#8220;Korban meninggal karena mengalami patah tulang pada leher kalau dilihat dari hasil visum,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, dari hasil visum juga ditemukan cairan yang keluar dari kemaluan korban. &#8220;Melihat dari kondisinya, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sejak belasan jam,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Di tempat terpisah Kepala Polisi Sektor Pangandaran Kompol Suyadhi saat dikonfirmasi, dirinya membenarkan atas temuan mayat tersebut. &#8220;Kami masih melakukan pengembangan atas temuan mayat tersebut,&#8221;ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara petugas Inafis Polres Ciamis telah melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya jasad wanita tersebut.<\/p>\n<p>Korban diketahui bernama Tika (23) warga Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya. Di Pangandaran, korban menjadi pekerja freelance di sebuah kafe di Pamugaran.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi terakhir dikabarkan pihak keluarga korban sudah mengetahui dan akan membawa jasad korban untuk dikebumikan di kampung halamannya di Tasikmalaya. (<strong>Iwan Mulyadi\/WP<\/strong>)<\/p>\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/12\/15\/inalillahi-mayat-perempuan-tanpa-identitas\/\"><strong>Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Pantai Pangandaran<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Identitas mayat perempuan yang ditemukan warga disemak-semak di pinggir Pantai Barat, tepatnya di area panggung terbuka Pamugaran, Desa Pananjung, Kacamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mulai terkuak. Mayat perempuan di Pantai Pangandaran tersebut ditemukan warga\u00a0sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15\/12\/2017) siang tadi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, jasad korban\u00a0 yang memiliki tato di bagian lengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":69260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,7559,7342],"class_list":["post-69259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-mayat-perempuan","tag-pantai-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}