{"id":69395,"date":"2017-12-17T09:59:10","date_gmt":"2017-12-17T02:59:10","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=69395"},"modified":"2017-12-17T09:59:10","modified_gmt":"2017-12-17T02:59:10","slug":"tanggal-2-januari-bumi-alami-fenomena-ini-hindari-berkendara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/12\/17\/tanggal-2-januari-bumi-alami-fenomena-ini-hindari-berkendara\/","title":{"rendered":"Tanggal 2 Januari Bumi Alami Fenomena Ini, Hindari Berkendara!"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL.<\/strong> Pengumuman hindari berkendara pada malam 2 Januari 2018 mendatang dikeluarkan oleh British Medical Journal.<\/p>\n<p>Ada alasan mengapa <i>British Medical Journal<\/i> mengeluarkan maklumat ini. Diperkirakan pada malam itu, kejadian kecelakaan fatal akan meningkat 5% dibanding dengan malam-malam lainnya.<\/p>\n<p>Hal ini terkait dengan kondisi alam saat itu akan terjadi full moon alias bulan purnama.<\/p>\n<p>Dalam laporannya di British Medical Journal, Donald Redelmeier dan Eldar Shafir menerangkan sejak 1975 hingga 2014 telah terjadi 494 full moon.<\/p>\n<p>Seraya dengan pernyataan di atas, kalastro.id mengemukan Supermoon 2 Januari akan menjadi yang terbesar dan paling terang sampai tahun 2034.<\/p>\n<p>Hal ini lantaran sejak hari kedua tahun 2018 tersebut akan ada bulan purnama di titik terdekat dari Bumi.<\/p>\n<p>Kita bisa melihat dua bulan purnama merah dan putih selama Januari 2018.<\/p>\n<p>Bulan akan berwarna merah ketika gerhana bulan total 31 Januari.<\/p>\n<p>Bulan juga akan berwarna putih ketika Supermoon 2 Januari.<\/p>\n<p>Lebih menariknya lagi keduanya bisa terlihat di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Sehingga cahaya merah putih dari Bulan akan terpancar melingkupi nusantara.<\/p>\n<p>Bulan purnama 2 Januari adalah yang pertama dari total 13 bulan purnama tahun 2018.<\/p>\n<p>Menariknya bulan purnama kali ini terjadi sekitar 4 jam setelah Bulan berada di titik terdekat dari Bumi.<\/p>\n<p>Sehingga terlihat 15% lebih terang dan 7% lebih besar dari bulan purnama biasanya.<\/p>\n<p>Bulan purnama 2 Januari akan memiliki diameter sudut 33,5 menit busur.<\/p>\n<p>Sebagai &#8220;anak sulung&#8221; bulan purnama kali ini pun menjadi yang terbesar dan paling terang dari 12 bulan purnama lainnya.<\/p>\n<p>Bahkan bulan purnama 2 Januari 2018 juga menjadi yang terbesar dan paling terang hingga 16 tahun ke depan, dan baru terkalahkan oleh bulan purnama 25 November 2034.<\/p>\n<p>Pada 2 Januari nanti Bulan akan mencapai fase purnama pada pukul 09:24 WIB.<\/p>\n<p>Sedangkan Bulan akan mencapai titik terdekat dari Bumi pukul 04:54 WIB.<\/p>\n<p>Namun pada saat itu Bulan berada di bawah horison di Indonesia.<\/p>\n<p>Jadi sebagai alternatif kita bisa melakukan pengamatan sebelum puncak bulan purnama, yaitu antara 1 Januari malam sampai 2 Januari pagi.<\/p>\n<p><i>British Medical Journal<\/i>mengemukakan terjadi 4.494 kecelakaan fatal di saat full moon.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya dalam setiap full moon terjadi 9,1 kali kecelakaan fatal dari malam hingga pagi,&#8221; kata Donald Redelmeier dan Eldar Shafir yang meneliti di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Sedangkan pada saat malam biasa, ratio kecelakaan lebih kecil yakni 8,6 kecelakaan fatal.<\/p>\n<p>Belum tahu pasti apa penyebab pastinya. Bisa jadi pengendara terganggu dengan menatap bulan.<\/p>\n<p>Bisa juga karena tanggal 2 Januari merupakan hari pertama setelah libur panjang tahun baru<\/p>\n<p>Baca artikel lengkapnya <a href=\"https:\/\/today.line.me\/ID\/pc\/article\/aBxDJ3?utm_source=washare\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>di sini<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL. Pengumuman hindari berkendara pada malam 2 Januari 2018 mendatang dikeluarkan oleh British Medical Journal. Ada alasan mengapa British Medical Journal mengeluarkan maklumat ini. Diperkirakan pada malam itu, kejadian kecelakaan fatal akan meningkat 5% dibanding dengan malam-malam lainnya. Hal ini terkait dengan kondisi alam saat itu akan terjadi full moon alias bulan purnama. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":49866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[36],"class_list":["post-69395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69395"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69395\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}