{"id":70047,"date":"2017-12-28T23:17:44","date_gmt":"2017-12-28T16:17:44","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=70047"},"modified":"2017-12-29T08:50:28","modified_gmt":"2017-12-29T01:50:28","slug":"rayakan-ultah-pernikahan-ke-25-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2017\/12\/28\/rayakan-ultah-pernikahan-ke-25-ini\/","title":{"rendered":"Rayakan Ultah Pernikahan ke 25, Ini Ungkapan Menyentuh Istri Bupati Pangandaran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\"><span style=\"color: #993300;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-pangandaran\/\">BERITA PANGANDARAN<\/a><\/strong><\/span>. Pernikahan merupakan keputusan sakral yang wajib dijaga. Suka duka dalam pernikahan menjadi bagian dari kehidupan. Prinsip itulah yang sampai sekarang dipegang teguh oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan istrinya Ida Nurlaela.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Memasuki usia pernikahannya yang ke-25, Ida Nurlaela kepada Warta Priangan mengakui, sangat beruntung memiliki suami seperti Jeje Wiradinata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cIntinya saling mendukung, bergotong royong dan saling menyayangi. Itu kunci sukses mengelola hidup rumah tangga kami,\u201d tegas Ida, Kamis (28\/12\/2017).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cPernikahan itu, sekali seumur hidup. Perlu saling keterbukaan dan saling percaya diantara kita berdua. Sampai pernikahan kami menginjak usia 25 tahun,\u201d lanjut Ida.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Dia pun meminta doa, agar seterusnya bisa menjaga amanah dalam keluarga serta anaknya diberikan kesuksesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Suka duka jadi istri politisi sudah saya rasakan puluhan tahun. Saya memahami saat ini suami sebagai bupati, sudah milik seluruh masyarakat Pangandaran. Tentu banyak kepentingan keluarga yang dikesampingkan,&#8221;ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Menurutnya, wajar jika suaminya lebih menentingkan kepentingan umum dan kepentingan masyarakat banyak karena itu konsekuensi jabatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Bahkan terkadang sekedar\u00a0untuk berkumpul dengan keluarga saja susah. Hal tersebut karena urusan pekerjaan baik di dalam wilayah kabupaten atau kepentingan dinas luar. Namun alhamdulillah selama hampir 2 tahun menjadi Bupati Pangandaran, keluarga kami rukun dan tetap saling menyayangi dan melengkapi,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Untuk itu, lanjut Ida Nurlaela meminta doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran agar keluarganya dapat tetap harmonis, suaminya dapat memimpin dengan amanah dan mampu menjalankan tugas sesuai jabatan yang diembannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Saya berharap ke depannya kami tetap mampu membangun rumah tangga dengan baik dan dapat membimbing keluarga serta anak dengan baik, mohon doanya,&#8221; pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>(Iwan Mulyadi\/WP)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pernikahan merupakan keputusan sakral yang wajib dijaga. Suka duka dalam pernikahan menjadi bagian dari kehidupan. Prinsip itulah yang sampai sekarang dipegang teguh oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan istrinya Ida Nurlaela. Memasuki usia pernikahannya yang ke-25, Ida Nurlaela kepada Warta Priangan mengakui, sangat beruntung memiliki suami seperti Jeje Wiradinata. \u201cIntinya saling mendukung, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":70048,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,7699,6833,8],"class_list":["post-70047","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-ida-nurlaela","tag-jeje-wiradinata","tag-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70047"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70047\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}