{"id":70445,"date":"2018-01-04T16:56:35","date_gmt":"2018-01-04T09:56:35","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=70445"},"modified":"2018-01-04T16:56:35","modified_gmt":"2018-01-04T09:56:35","slug":"demi-dapat-duit-seorang-bocah-dipaksa-celaka-berkali-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/01\/04\/demi-dapat-duit-seorang-bocah-dipaksa-celaka-berkali-kali\/","title":{"rendered":"Demi Dapat Duit, Seorang Bocah Dipaksa Celaka Berkali-kali"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-internasional\/\">BERITA INTERNASIONAL<\/a>. <\/strong>Kasus eksploitasi anak oleh orang tua marak terjadi di mana-mana, termasuk di China.<\/p>\n<p>Dilansir dari South China Morning Post (6\/11\/2017), seorang anak laki-laki berusia 14 tahun mengalami retak tulang dan banyak memar, setelah dipaksa oleh orang tuanya untuk memalsukan lebih dari 20 kecelakaan.<\/p>\n<p>Orang tua bocah itu menciptakan sebuah &#8220;skenario&#8221; kecelakaan di mana sang anak menjadi aktor utamanya.<\/p>\n<p>Anak tersebut diarahkan untuk mencederai diri sendiri di dalam taksi beroda tiga &#8212; merupakan sejenis angkutan umum lokal mirip bajaj. Setelah itu, mereka akan menuntut pengendara taksi ganti rugi atas kecelakaan yang dialami oleh sang anak.<\/p>\n<p>Seperti yang dilaporkan oleh Chengdu Business News, keluarga tersebut dapat meraup 13.000 yuan atau setara Rp 26 juta atas aksi yang dilakukan si anak.<\/p>\n<p>Penipuan ini pada akhirnya dapat terbongkar setelah petugas polisi di Provinsi Zhejiang membuat kasus penipuan ini viral di media sosial.<\/p>\n<p>Anak tersebut dikabarkan telah dipaksa &#8220;menipu&#8221; sejak Agustus 2016. Menurut sang anak, orangtuanya terpaksa melakukan hal tak terpuji tersebut demi dapat membiayai dirinya beserta sang adik sekolah.<\/p>\n<p>Keluarga itu awalnya berasal dari Provinsi Sichuan, tapi kemudian mereka pindah dan menetap di Kota Taizhou, Zhejiang.<\/p>\n<p>Dalam menggarap aksi itu, si anak secara teratur disuruh oleh orang tuanya untuk menaiki taksi beroda tiga.<\/p>\n<p>Di dalam bajaj, ia diinstruksikan untuk lompat-lompat seraya membenturkan badan ke dinding kendaraan ketika tengah melintasi jalanan yang bergelombang. Orangtuanya lantas mengeluhkan, sang anak terluka karena ulah sopir yang mengemudi secara asal.<\/p>\n<p>Aksi ini pada akhirnya dapat dihentikan setelah salah seorang sopir taksi mengadukan tindak penipuan tersebut pada akhir Oktober.<\/p>\n<p>Sumber: <strong>Liputan6.com<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA INTERNASIONAL. Kasus eksploitasi anak oleh orang tua marak terjadi di mana-mana, termasuk di China. Dilansir dari South China Morning Post (6\/11\/2017), seorang anak laki-laki berusia 14 tahun mengalami retak tulang dan banyak memar, setelah dipaksa oleh orang tuanya untuk memalsukan lebih dari 20 kecelakaan. Orang tua bocah itu menciptakan sebuah &#8220;skenario&#8221; kecelakaan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":70448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[249],"tags":[250],"class_list":["post-70445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional","tag-berita-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}