{"id":71545,"date":"2018-01-21T14:59:00","date_gmt":"2018-01-21T07:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=71545"},"modified":"2018-01-21T15:01:53","modified_gmt":"2018-01-21T08:01:53","slug":"darmawan-napitupulu-dosen-jangan-terjebak-dalam-penelitian-tanpa-kontribusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/01\/21\/darmawan-napitupulu-dosen-jangan-terjebak-dalam-penelitian-tanpa-kontribusi\/","title":{"rendered":"Darmawan Napitupulu: Dosen Jangan Terjebak Dalam Penelitian Tanpa Kontribusi"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/press-release\/\">PRESS RELEASE<\/a>.<\/strong> Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kampus Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Komunitas Kolaborasi Publikasi Indonesia (KO2PI) selenggarakan Workshop on Multidisciplinary and Applications (WMA), Sabtu (20\/1\/2018) di Kampus UBL Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur (UBL) FX. Suwarto mengatakan bahwa workshop ini sangat membantu dosen dalam mempublikasikan hasil penelitiannya sekaligus meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah khususnya di lingkungan civitas akademika.<\/p>\n<p>\u201cDisamping meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah, workshop ini juga dapat meningkatkan target capaian penelitian dan publikasi institusi sekaligus untuk mengejar ketertinggalan negara tetangga,\u201d ucap Suwarto saat membuka acara workshop WMA.<\/p>\n<p>Dia berharap acara ini dapat berkesinambungan kedepannya untuk mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.<\/p>\n<p>\u201cPihak rektorat sangat mendukung kegiatan semacam ini, karena dengan kegiatan ini maka dosen dan peneliti di Indonesia akan lebih bersemangat lagi dalam melakukan publikasi dan yang paling utama adalah memiliki publikasi di Scopus dan\/atau Thomson Reuters,\u201d imbuh Suwarto.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-71549 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-1-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"559\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-1-300x168.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-1-768x431.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-1.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 559px) 100vw, 559px\" \/><\/p>\n<p>Darmawan Napitupulu sekaligus narasumber workshop WMA mengatakan, dosen harus mempersiapkan diri untuk belajar menulis dan menjadikan kegiatan workshop penulisan artikel ilmiah untuk pengembangan karir dan keilmuannya, sehingga workshop penulisan artikel benar-benar dapat membantu meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis artikel yang baik dan benar.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, pada tahap awal workshop, peserta diwajibkan harus mengirimkan artikelnya untuk direvieu terlebih dahulu oleh reviewer dan editor baik dari segi substansi, template, sitasi dan plagiarisme,\u201c pungkasnya.<\/p>\n<p>Semua hasil revieu ini akan diberikan kembali kepada peserta untuk dapat dilakukan revisi pada saat workshop berlangsung, sehingga diharapkan artikel nantinya layak untuk dipublikasikan.<\/p>\n<p>\u201cSelain direviu, unsur-unsur keterbaruan dan orisinilitas dari artikel ilmiah menjadi kunci penting dalam mempublikasikan hasil penelitian, hal ini perlu diperhatikan agar dosen tidak terjebak dalam penelitian tanpa kontribusi karena hanya mengulang penelitian-penelitian sebelumnya. Bahkan lebih jauh lagi dapat terjerumus dalam praktek-praktek plagiat,\u201d jelas Darmawan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-71550 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"574\" height=\"322\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-300x168.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop-768x431.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/01\/workshop.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 574px) 100vw, 574px\" \/><\/p>\n<p>Sementara narusumber lainnya, Dwi Fajar Saputra menyampaikan materi terkait sitasi dan mendeley yang sangat berguna untuk mengikuti publication style dari penerbit yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>\u201cMenurutnya dengan demikian penulis tidak perlu lagi mengubah dan mengatur ulang secara manual sitasi dan reference nya tapi hanya tinggal memilih style reference saja,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>WMA Universitas Budi Luhur diselenggarakan atas Ide Deputi Riset PPM dan Penjaminan Mutu UBL Dr Krisna Adiyarta dan Wakil Direktur Riset\u00a0 Penelitian UBL Dr Umaimah Wahid, dengan tujuan meningkatkan sekaligus membangun semangat publikasi dikalangan dosen Budi Luhur Khususnya.<\/p>\n<p>Workshop ini diikuti oleh 60 peserta dari beberapa perguruan tinggi, Universitas Budi Luhur, Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Pasundan, Universitas Pancasakti Tegal.<\/p>\n<p>Universitas Syekh Yusuf, Universitas Tama Jagakarsa, Universitas Negeri Jakarta, Institut Teknologi Bandung, Universitas Kristen Indonesia, STIKIP PGRI, UNS, STBA Pertiwi, ISTN dan Universitas Yarsi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, PRESS RELEASE. Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Kampus Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Komunitas Kolaborasi Publikasi Indonesia (KO2PI) selenggarakan Workshop on Multidisciplinary and Applications (WMA), Sabtu (20\/1\/2018) di Kampus UBL Jakarta Selatan. Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur (UBL) FX. Suwarto mengatakan bahwa workshop ini sangat membantu dosen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":71546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4447],"tags":[6837],"class_list":["post-71545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release","tag-press-release"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71545"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71545\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}