{"id":73050,"date":"2018-02-12T06:47:45","date_gmt":"2018-02-11T23:47:45","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=73050"},"modified":"2018-02-12T06:47:45","modified_gmt":"2018-02-11T23:47:45","slug":"bagir-manan-angkat-bicara-soal-polemik-hari-pers-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/02\/12\/bagir-manan-angkat-bicara-soal-polemik-hari-pers-nasional\/","title":{"rendered":"Bagir Manan Angkat Bicara Soal Polemik Hari Pers Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, PERSS RELEASE<\/strong> Kisruh silang pendapat soal kapan dan bagaimana pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) mengundang perhatian Prof.DR. Bagir Manan, SH, MH. \u201cHak pelaksanaannya serahkan ke Dewan Pers saja,\u201d kata Bagir sebelik pulang dari Padang untuk HPN.<\/p>\n<p>Alasan Bagir agar lebih netral, dan Dewan Pers itu milik seluruh konstituen kewartawanan di Indonesia. \u201cBahwa panitia pelaksana nantinya bukan unsur Dewan Pers, tapi oleh salah satu ketua atau pengurus dari organisasi lain tidak masalah, yang penting kepanitiaan dikoordinasi Dewan Pers,\u201d ujar Ketua Dewan Etik Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, AJI dan IJTI mendesak agar pelaksanaan HPN direvisi. Terutama menyangkut soal tanggal, dimana 9 Februari sejatinya itu adalah hari kelahiran organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Peringatan tahunan ini mulai dilakukan setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pers Nasional (HPN).<\/p>\n<figure id=\"attachment_73051\" aria-describedby=\"caption-attachment-73051\" style=\"width: 466px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-73051\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/bagir-manan-300x226.jpg\" alt=\"\" width=\"466\" height=\"351\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/bagir-manan-300x226.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/bagir-manan-86x64.jpg 86w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/bagir-manan.jpg 530w\" sizes=\"(max-width: 466px) 100vw, 466px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73051\" class=\"wp-caption-text\">Ketua Dewan Etik Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Prof.DR. Bagir Manan, SH, MH.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah Seoharto jatuh menyusul gerakan reformasi tahun 1998, ada sejumlah perubahan penting yang terjadi. Dalam bidang media, itu ditandai dengan lahirnya Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Sejumlah regulasi Orde Baru dibidang pers, juga dikoreksi. Termasuk di antaranya adalah pencabutan SK Menpen Nomor 47 tahun 1975 tentang pengakuan pemerintah terhadap PWI sebagai satu-satunya organisasi wartawan di Indonesia.<\/p>\n<p>Lahirnya Undang Undang Pers juga mendorong bermunculannya organisasi wartawan, selain perusahaan media-media baru. Sebelumnya regulasi media cetak diatur ketat melalui Permenpen No.01\/Per\/Menpen\/1984 Tentang Ketentuan-Ketentuan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers. Ketentuan soal SIUPP ini juga akhirnya dicabut oleh Pemerintah pada tahun 1999. Tapi HPN tetap 9 Februari mengacu hari lahir PWI. Padahal saat ini organisa wartawan bukan cuma PWI.<\/p>\n<p>Bagir menilai bahwa gejolak ingin keluar dari kungkungan PWI itu masuk akal karena saat ini organisasi wartawan tidak tunggal. Dia faham gejolak penggantian tanggal itu dipicu oleh ulah Ketua PWI Margiono yang tidak memiliki etika yang kuat karena terjun ke politik praktis sebagai calon bupati Tulungagung tapi masih menjabat Ketua PWI, ini mencederai etika independensi wartawan dan menjatuhkan kredibilitasnya. \u201cYa Margiono merasa perlu untuk tampil pidato di depan Presiden, dengan memberikan pujian supaya mencerminkan bahwa dia mendukung Jokowi dan berharap dapat dukungan pencalonannya,\u201d kata Bagir. Tapi, alih-alih memanfaatkan pidato yang elegan, Bagir menilai Ketua PWI malah melakukan stand-up comedy. \u201cSaya sedih, kok kepala institusi wartawan seperti itu,\u201d tambahnya sambil mengelus dada.<\/p>\n<p>Sejatinya bahwa pertemuan di Solo pada 1949 itu bukan cuma membahas soal PWI tapi itu kali pertama membahas tentang peran perjuangan. Hanya kebetulan saja bareng acara PWI, tapi justru ajang pembahasan penting untuk tonggak perjalanan dunia kewartawanan berikutnya.<\/p>\n<p>Bagir tidak bisa menyepakati mana yang lebih pas apakah Februari atau November pelaksanaan yang sesuai. Masing-masing memiliki alasan dan landasan yang bisa diperdebatkan. \u201cKalau paling gampang kapan tonggak pers, tapi tidak ketemu titiknya, bagaimana kalau HPN disamakan dengan sejak Republik ini berdiri saja, 17 Agustus,\u201d katanya senyum. \u201cBiar sepakat dan tak ada yang merasa paling benar,\u201d katanya. Yang pasti, Bagir setuju ada pembahasan soal HPN. Dia menyarankan permasalahan ini disampaikan ke pemerintah agar dibahas bersama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, PERSS RELEASE Kisruh silang pendapat soal kapan dan bagaimana pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) mengundang perhatian Prof.DR. Bagir Manan, SH, MH. \u201cHak pelaksanaannya serahkan ke Dewan Pers saja,\u201d kata Bagir sebelik pulang dari Padang untuk HPN. Alasan Bagir agar lebih netral, dan Dewan Pers itu milik seluruh konstituen kewartawanan di Indonesia. \u201cBahwa panitia pelaksana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":73051,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4447],"tags":[8081],"class_list":["post-73050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-press-release","tag-hari-pers-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73050"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73050\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}