{"id":73511,"date":"2018-02-20T19:59:41","date_gmt":"2018-02-20T12:59:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=73511"},"modified":"2018-02-20T19:59:41","modified_gmt":"2018-02-20T12:59:41","slug":"pasutri-di-tasikmalaya-nekat-bikin-uang-palsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/02\/20\/pasutri-di-tasikmalaya-nekat-bikin-uang-palsu\/","title":{"rendered":"Pasutri di Tasikmalaya Nekat Bikin Uang Palsu"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA<\/a><\/strong>. Sepasang suami istri di Tasikmalaya, nekat mencetak serta edarkan uang palsu bersama komplotanya. Polisi pastikan uang palsu yang sudah beredar di tengah masyarakat mencapai ratusan juta rupiah.<\/p>\n<p>Pasangan suami istri tersebut masing-masing berinisial AR (34) dan TR (33) warga \u00a0Kampung Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Bersama empat anggota komplotanya, pasangan suami istri ini nekat mencetak serta mengedarkan uang palsu pecahan Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu.<\/p>\n<p>Modus pelaku terbilang sederhana, dengan cara mencetak uang palsu gunakan alat sablon dan printer foto. Rp. 3 juta uang palsu dijual seharga Rp. 1 juta saja oleh pelaku. Uang palsu kemudian diedarkan anggota komplotanya ke pasar tradisional hingga warung.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-73512 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/pengedar-uang-palsu-di-tasikmalaya-2-300x169.png\" alt=\"\" width=\"495\" height=\"279\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/pengedar-uang-palsu-di-tasikmalaya-2-300x169.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/pengedar-uang-palsu-di-tasikmalaya-2.png 711w\" sizes=\"(max-width: 495px) 100vw, 495px\" \/><\/p>\n<p>Polisi pastikan uang palsu yang beredar mencapai seratus juta rupiah dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.<\/p>\n<p>\u201cJadi tentang adanya transaksi penjualan uang palsu ini di kawasan jalan Cipasing dilakukan penangkapan oleh resmob,\u201d jelas Kapolres Kabupaten\u00a0Tasikmalaya, AKBP Anton Sujarwo dalam keterangan persnya Selasa (20\/02\/2018).<\/p>\n<p>\u201cPada TKP pertama yang kita amankan tiga orang tersangaka NN, WD, dan sodari WS. Didapat uang 131 lembaran pecahan Rp. 100 ribu. Kemudian 482 lembar pecahan Rp. 50 ribu diduga palsu. Dari pengembangan didapatkan beberapa nama, AC serta TN akhirnya dilakukan pengengjaran dan dapat diamankan,\u201d lanjut kapolres.<\/p>\n<p>Meski sepintas menyerupai aslinya, namun lembaran uang palsu ini tampak lebih kasar.<\/p>\n<p>Selain warnanya pudar, pita pengaman, hologram serta tulisan untuk penyandang disabilitas tidak tampak.<\/p>\n<p>Polisi amankan barang bukti Rp. 41 juta uang palsu serta alat-alat percetakan uang palsu.<\/p>\n<p>Akibat perbuatanya, keenam pelaku dijerat ancaman kurungan 15 tahun penjara hingga seumur hidup. <strong>(Andri Ahmad Fauzi\/W)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sepasang suami istri di Tasikmalaya, nekat mencetak serta edarkan uang palsu bersama komplotanya. Polisi pastikan uang palsu yang sudah beredar di tengah masyarakat mencapai ratusan juta rupiah. Pasangan suami istri tersebut masing-masing berinisial AR (34) dan TR (33) warga \u00a0Kampung Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Bersama empat anggota komplotanya, pasangan suami istri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":73513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,8139],"class_list":["post-73511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-pengedar-uang-palsu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}