{"id":73631,"date":"2018-02-23T20:53:32","date_gmt":"2018-02-23T13:53:32","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=73631"},"modified":"2018-02-23T20:53:32","modified_gmt":"2018-02-23T13:53:32","slug":"citanduy-meluap-ratusan-rumah-di-tasikmalaya-terendam-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/02\/23\/citanduy-meluap-ratusan-rumah-di-tasikmalaya-terendam-banjir\/","title":{"rendered":"Citanduy Meluap, Ratusan Rumah di Tasikmalaya Terendam Banjir"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/\">wartapriangan.com<\/a>, BERITA TASIKMALAYA.<\/strong> Akibat luapan sungai Citanduy dan Cikidang, ratusan rumah di Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya terendam banjir. Ribuan masyarakat masih bertahan di rumah meski debit air terus naik.<\/p>\n<p>Bencana banjir tersebut menimpa warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23\/02\/2018) pagi. Sekitar 100 rumah \u00a0terendam air dengan ketinggian antara 30 centimeter hingga satu meter lebih.<\/p>\n<p>Meski terbilang tinggi, ribuan warga terdampak masih bertahan di permukiman mereka. Alasannya meraka khawatir jika rumah ditinggalkan jadi sasaran kejahatan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-73632 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/citanduy-meluap-2-300x169.png\" alt=\"\" width=\"431\" height=\"243\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/citanduy-meluap-2-300x169.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/02\/citanduy-meluap-2.png 711w\" sizes=\"(max-width: 431px) 100vw, 431px\" \/><\/p>\n<p>Pengakuan warga, air mulai masuk pemukiman sejak Jumat subuh tadi. Banjir disebabkan luapan sungai Citanduy serta sungai Cikidang yang melintasi pemukiman.<\/p>\n<p>Menurut Camat Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya,\u00a0Asep Suhendar, sekitar seratus rumah yang terkena banjir dengan ketinggain rat -rata 30 cm. \u201cTidak ada korban jiwa dalam banjir tersebut,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Karena mingkin di sini masayarakatnya sudah kuat dan terbiasa, karena selama ini banjir tahunan rutin terjadi. Sudah tidak asing lagi, sudah tabah lah. Namun kita pemerintah sudah berusaha dan perbaikan dilakukan oleh BBWS. Apa yang diharapan segera terliasasi,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Meski tidak jebol, ketiadaan sodetan di sungai Citanduy membuat air kerap meluap. Warga di Desa Tanjungsari menjadi korban banjir langganan jika hujan deras terjadi.<\/p>\n<p>Sementara itu salah satu warga Arifin Mubarok \u00a0membenarkan daeranya langganan banjir. &#8220;Dari Cikidang Citanduy setiap hujan pasti banjir. Puluhan rumah sebelah sini yang menjadi parah pesawahn juga terendam banjir. Sekolah diliburkan, ini madarasah kita menungu surut aja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kini petugas BPBD dan kepolisian terus berusaha membujuk warga agar mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hingga Jumat petang perahu karet untuk evakuasi warga sudah disediakan di lokasi banjir.<strong> (Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akibat luapan sungai Citanduy dan Cikidang, ratusan rumah di Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya terendam banjir. Ribuan masyarakat masih bertahan di rumah meski debit air terus naik. Bencana banjir tersebut menimpa warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23\/02\/2018) pagi. Sekitar 100 rumah \u00a0terendam air dengan ketinggian antara 30 centimeter hingga satu meter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":73633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[7029,19],"class_list":["post-73631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-banjir-di-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}