{"id":74283,"date":"2018-03-14T09:33:34","date_gmt":"2018-03-14T02:33:34","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=74283"},"modified":"2018-03-14T09:37:28","modified_gmt":"2018-03-14T02:37:28","slug":"tampak-seperti-kuburan-bunker-ini-diklaim-tahan-kiamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/03\/14\/tampak-seperti-kuburan-bunker-ini-diklaim-tahan-kiamat\/","title":{"rendered":"Tampak Seperti Kuburan, Rumah Ini Diklaim Tahan \u201cKiamat\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-internasional\/\">BERITA INTERNASIONAL. <\/a><\/strong>Kompleks bunker ini dibangun demi satu tujuan, yakni tempat berlindung jika di masa depan akan ada bencana global yang melanda dunia.<\/p>\n<p>Dikutip dari Mirror.co.uk, bunker-bunker ini dikatakan dapat menampung 10 ribu orang.<\/p>\n<p>Pemiliknya mengklaim bunker ini melindungi mereka dari perang nuklir, virus mematikan, bahkan serangan asteroid.<\/p>\n<p>Pangkalan Angkatan Darat Black Hills pada awalnya dibangun oleh Army Corps of Engineers sebagai benteng untuk menyimpan bom dan amunisi, dari tahun 1942 sampai 1967.<\/p>\n<figure id=\"attachment_74286\" aria-describedby=\"caption-attachment-74286\" style=\"width: 447px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-74286\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-2-300x227.png\" alt=\"\" width=\"447\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-2-300x227.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-2-86x64.png 86w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-2.png 523w\" sizes=\"(max-width: 447px) 100vw, 447px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-74286\" class=\"wp-caption-text\">Memasuki bunker harus melewati pintu besar dan berat.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Oleh Perusahaan Vivos, tempat ini diubah menjadi penampungan untuk menghadapi &#8216;kiamat&#8217;.<\/p>\n<p>Grup Vivos adalah perusahaan yang berbasis di California didirikan oleh Robert Vicino.<\/p>\n<p>Perusahaan tersebut mengusulkan membangun tempat penampungan bawah tanah yang dirancang tahan bencana dan kepunahan umat manusia.<\/p>\n<p>Saat ini ada 575 bunker yang tersedia.<\/p>\n<p>Luas kompleks bunker ini tiga perempat ukuran Kota Manhattan, New York.<\/p>\n<p>Untuk menuju ke bunker, harus melewati pintu berat yang sangat besar.<\/p>\n<p>Dari luar, bunker ini terlihat hanya ruangan kosong yang luas, namun di dalamnya terdapat ruangan yang sangat nyaman.<\/p>\n<figure id=\"attachment_74285\" aria-describedby=\"caption-attachment-74285\" style=\"width: 413px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-74285\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-1-300x222.png\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"306\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-1-300x222.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-1-86x64.png 86w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/03\/rumah-kiamat-1.png 520w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-74285\" class=\"wp-caption-text\">Kondisi di dalam rumah kiamat.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di dalamnya terdapat sofa, kasur, meja kopi, bakan lukisan-lukisan penghias dinding.<\/p>\n<p>Memasuki bunker harus melewati pintu besar dan berat.<\/p>\n<p>Dalam video promosi yang dibuat oleh perusahaan tersebut, seorang perwakilan menggambarkan bangunan ini sebagai &#8220;cadangan untuk umat manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Luas bunker sendiri sekitar 213 meter persegi dan pada tahap pertama pengubahan telah ada 575 bunker yang selesai digarap. Harga per unitnya mencapai Rp 344 miliar.<\/p>\n<p>Mereka mengklaim kompleks bunker itu tak ubahnya adalah sebuah kota yang menjadi salah satu tempat bertahan hidup terbesar di bumi.<\/p>\n<p>Mereka juga menyebut para pembeli bunker ini bukanlah orang-orang yang paranoid akan bencana, tetapi mereka berpendidikan tinggi dan sadar.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"http:\/\/jabar.tribunnews.com\/2018\/03\/14\/dari-jauh-seperti-kuburan-lihat-isi-rumah-rp-334-miliar-yang-diklaim-tahan-kiamat-ini?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>TribunJabar.id<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA INTERNASIONAL. Kompleks bunker ini dibangun demi satu tujuan, yakni tempat berlindung jika di masa depan akan ada bencana global yang melanda dunia. Dikutip dari Mirror.co.uk, bunker-bunker ini dikatakan dapat menampung 10 ribu orang. Pemiliknya mengklaim bunker ini melindungi mereka dari perang nuklir, virus mematikan, bahkan serangan asteroid. Pangkalan Angkatan Darat Black Hills pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":74284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[249],"tags":[250],"class_list":["post-74283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-internasional","tag-berita-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}