{"id":74622,"date":"2018-03-23T08:12:53","date_gmt":"2018-03-23T01:12:53","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=74622"},"modified":"2018-03-23T08:40:05","modified_gmt":"2018-03-23T01:40:05","slug":"sarden-kaleng-mengandung-cacing-begini-penjelasan-bpom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/03\/23\/sarden-kaleng-mengandung-cacing-begini-penjelasan-bpom\/","title":{"rendered":"Hati-Hati! BPOM Positif Temukan Cacing dalam Sarden Kaleng Merek Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL.<\/strong> Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) angkat bicara mengenai pemberitaan dan sejumlah video yang viral tentang penemuan cacing di dalam ikan makarel kemasan kaleng.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram,&#8221; kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, Kamis (22\/3\/2018) malam.<\/p>\n<p>Sarden cacing tersebut di antaranya bermerek Farmerjack dengan nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502\/01106 35 1 356.<\/p>\n<p>Kemudian merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370\/12 Oktober 2020, dan Merek Hoki, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502\/01103\/-.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak saja memerintahkan importir untuk menarik, BPOM RI juga memerintahkan importir produk Farmerjack, IO, dan Hoki melakukan pemusnahan terhadap ketiga produk tersebut,&#8221; ungkap Yosef.<\/p>\n<p>Yosef menjelaskan, produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi. Bahkan, pada konsumen yang sensitif dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas).<\/p>\n<p>BPOM juga terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya. Baik produk dalam maupun luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek \u201cKLIK\u201d (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan,&#8221; jelas Yosef.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kadaluarsa.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi contact center Halo BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533,&#8221; tutup Yosef.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2018\/03\/23\/06345691\/sarden-kaleng-mengandung-cacing-begini-penjelasan-bpom\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>KOMPAS.com<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL. Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) angkat bicara mengenai pemberitaan dan sejumlah video yang viral tentang penemuan cacing di dalam ikan makarel kemasan kaleng. &#8220;Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram,&#8221; kata Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":74623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[36],"class_list":["post-74622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}